ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dedi Mulyadi Wajibkan Vasektomi untuk Pria Penerima Bansos

Selasa, 29 April 2025 | 18:03 WIB
AS
DM
Penulis: Ari Fahrial Syam | Editor: DM
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggulirkan kebijakan baru, yaitu pria dari keluarga prasejahtera wajib ikut program Keluarga Berencana (KB), terutama metode vasektomi. Hal itu sebagai syarat menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah provinsi (pemprov).
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggulirkan kebijakan baru, yaitu pria dari keluarga prasejahtera wajib ikut program Keluarga Berencana (KB), terutama metode vasektomi. Hal itu sebagai syarat menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah provinsi (pemprov). (Beritasatu.com/Fahri Ali)

Depok, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggulirkan kebijakan baru yang cukup kontroversial, yaitu pria dari keluarga prasejahtera wajib ikut program Keluarga Berencana (KB), terutama metode vasektomi. Hal itu sebagai syarat menerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah provinsi (pemprov).

"Saya harapkan yang suaminya yang KB, sebagai bentuk tanggung jawab terhadap diri dan keluarganya," tegas Dedi dalam konferensi pers di Balai Kota Depok, Selasa (29/4/2025).

Berlaku untuk Semua Jenis Bansos

Kebijakan ini akan diterapkan untuk berbagai jenis bantuan sosial seperti:
1. Beasiswa pendidikan
2. Bantuan pangan dan bantuan non-tunai
3. Subsidi listrik
4. Bantuan rumah sakit dan kelahiran
5. Bantuan tanah dan perumahan

ADVERTISEMENT

Langkah ini, menurut Dedi, dimaksudkan agar distribusi bantuan pemerintah lebih adil dan efisien. Ia menilai pengendalian kelahiran menjadi kunci untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin dan mengurangi ketergantungan terhadap bantuan negara.

KB Bukan Tanggung Jawab Perempuan Saja

Dedi Mulyadi juga menyoroti ketimpangan dalam program KB yang selama ini dibebankan pada perempuan. Ia menilai sudah waktunya pria, terutama suami dari keluarga penerima bansos, ikut bertanggung jawab secara aktif.

"Kalau perempuan terus yang dibebani, itu tidak adil. Vasektomi adalah bentuk kesadaran dan tanggung jawab suami," ujarnya.

Dedi menambahkan, banyak keluarga miskin mengalami kelahiran dengan metode operasi sesar yang biayanya bisa mencapai Rp 25 juta. Menurutnya, hal itu mencerminkan kurangnya perencanaan keluarga yang matang.

Masih Tahap Uji Coba

Kebijakan ini belum diberlakukan secara penuh dan masih dalam tahap koordinasi lintas instansi. Pemprov Jawa Barat berencana melakukan uji coba di beberapa wilayah sebelum menerapkannya secara menyeluruh.

"Tanpa pengendalian kelahiran, bantuan akan terus tertumpuk di keluarga besar yang tidak mampu, sedangkan yang lain tidak tersentuh," tegas Dedi Mulyadi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tak Sanggup Atasi Sampah, 1 Ketua RW dan 6 Ketua RT di Cipayung Mundur

Tak Sanggup Atasi Sampah, 1 Ketua RW dan 6 Ketua RT di Cipayung Mundur

JAWA BARAT
Apindo Jabar Soroti Kepastian Investasi di Tengah Kebijakan Tata Ruang

Apindo Jabar Soroti Kepastian Investasi di Tengah Kebijakan Tata Ruang

EKONOMI
Korban Tewas Kecelakaan KA Bekasi Jadi 16 Orang

Korban Tewas Kecelakaan KA Bekasi Jadi 16 Orang

JAWA BARAT
RUPST BJB Bagikan Dividen Rp 900 M, Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris

RUPST BJB Bagikan Dividen Rp 900 M, Susi Pudjiastuti Jadi Komisaris

EKONOMI
Berakar dari Jawa Barat, Aturan Pajak Ini Kini Berlaku secara Nasional

Berakar dari Jawa Barat, Aturan Pajak Ini Kini Berlaku secara Nasional

NASIONAL
Program Gentingisasi Dorong Industri Plered, 44.000 Genting Dikirim

Program Gentingisasi Dorong Industri Plered, 44.000 Genting Dikirim

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon