Terungkap, Warga Garut Dibayar Rp 150.000 Bongkar Amunisi Kedaluwarsa!
Rabu, 14 Mei 2025 | 11:24 WIB
Garut, Beritasatu.com — Sejumlah warga di Kampung Cimerak, Desa Sagara, Garut, Jawa Barat, mengaku dibayar Rp 150.000 per hari untuk membongkar amunisi kedaluwarsa.
Informasi tersebut diungkap oleh salah seorang kerabat korban insiden ledakan amunisi Garut, Agus Setiawan.
“Kami jadi buruh, Pak. Buruh buka selongsong, per hari dibayar Rp 150.000,” ungkap Agus di rumah duka, Rabu (14/5/2025).
Bahaya dan Minim Pengawasan
Agus menjelaskan, pekerjaan tersebut bisa berlangsung selama belasan hari, tergantung pada jumlah amunisi kedaluwarsa yang datang untuk dimusnahkan. Selain upah harian, warga juga memanfaatkan sisa rongsokan logam untuk dijual ke pengepul.
“Kadang Rp 50.000, kadang Rp 100.000. Ada iya (pengepulnya),” ujar Agus.
Agus juga menyebutkan beberapa tokoh masyarakat atau "sesepuh" yang mengatur aktivitas tersebut bisa mendapat bayaran hingga Rp 200.000 per hari.
Ledakan amunisi di Garut yang terjadi pada Senin (12/5/2025) diduga berkaitan dengan aktivitas pembongkaran amunisi kedaluwarsa.
Hingga kini, penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan sumber ledakan dan mekanisme pengelolaan limbah militer yang terlibat.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan segera berkoordinasi dengan pihak militer dan kepolisian untuk mengusut peredaran serta prosedur pengelolaan amunisi kedaluwarsa wilayah permukiman.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




