ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Damkar Cirebon ‘Padamkan’ Siswi yang ‘Terbakar’ Sulitnya PR

Jumat, 20 Juni 2025 | 12:01 WIB
DA
BW
Penulis: Dede Adhitama | Editor: BW
Seorang siswi di Cirebon minta bantuan tim Damkar untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah (PR) kimia.
Seorang siswi di Cirebon minta bantuan tim Damkar untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah (PR) kimia. (./Istimewa)

Cirebon, Beritasatu.com – Markas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cirebon biasanya identik dengan kesiapsiagaan menghadapi api dan dering panggilan darurat. Namun, Jumat (20/6/2025), suasana berbeda terjadi di kompleks Stadion Bima. Seorang siswi merasa terbakar pikirannya karena kesulitan mengerjakan pekerjaan rumah (PR) kimia.

Bukan laporan kebakaran atau evakuasi hewan liar yang datang, melainkan seorang siswi SMA dengan wajah cemas dan tangan penuh tumpukan tugas kimia. Ia datang bukan membawa bara api, melainkan "api" dari tumpukan soal remedial yang membakar pikirannya.

Petugas piket yang melihat remaja tersebut berdiri ragu di depan pos penjagaan langsung menghampiri karena mengira ada kondisi darurat. Ternyata, permintaannya tak biasa, bantuan mengerjakan tugas kimia.

ADVERTISEMENT

“Kami sempat bingung harus berbuat apa,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon, Adam Nuridin.

Namun, tanpa disangka, tiga anggota Srikandi Damkar, julukan bagi petugas perempuan yang tangguh dan berprestasi, baru saja tiba di markas. Setelah mendengar keluhan siswi tersebut, mereka langsung bergerak cepat. Bukan dengan selang dan air, tetapi dengan pena dan pengetahuan.

“Empat buku tebal dikeluarkan oleh siswi itu. Alhamdulillah, para Srikandi kami bisa membantu dan menyelesaikan tugasnya tepat waktu,” lanjut Adam.

Kisah ini bukan semata tentang tugas sekolah yang terselesaikan, tetapi tentang wujud nyata pengabdian dan kepercayaan masyarakat terhadap Damkar Kota Cirebon yang kini melampaui fungsi utamanya.

Dari memadamkan api, mengevakuasi binatang, hingga membantu pendidikan anak bangsa, korps yang dijuluki "pahlawan serbabisa" ini terus menunjukkan pengabdian tanpa batas.

Siswi tersebut mengaku mengetahui kiprah Damkar dari media sosial, bahwa para petugas terlihat aktif membantu warga dalam berbagai situasi, termasuk hal-hal tak terduga.

“Saya benar-benar bingung. Tugas harus dikumpulkan pukul 14.00 WIB. Lalu saya ingat, Damkar katanya bisa bantu apa saja. Ternyata benar. Terima kasih banyak buat mbak-mbak damkar,” ungkapnya penuh syukur.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon