ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kronologi Pedagang Nanas di Bekasi Diancam Anggota Ormas Pakai Golok

Sabtu, 26 Juli 2025 | 16:46 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro (tengah) saat konferensi pers terkait penangkapan anggota ormas yang ancam pedagang nanas di Polres Metro Bekasi Kota, Jumat (25/7/2025).
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro (tengah) saat konferensi pers terkait penangkapan anggota ormas yang ancam pedagang nanas di Polres Metro Bekasi Kota, Jumat (25/7/2025). (Beritasatu.com/Humas Polres Metro Bekasi Kota)

Jakarta, Beritasatu.com – Polisi mengungkap kronologi kasus pengancaman yang dilakukan oleh dua orang berinisial TY (32) dan DBR (23) yang mengaku sebagai anggota ormas terhadap pedagang nanas berinisial Y (37) di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Mustikasari RT 004/RW 001 Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi pada Kamis (17/7/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.

"Korban Y sedang berjualan buah nanas di lokasi, kemudian datang dua orang tidak dikenal meminta buah nanas dengan alasan untuk anggota ormas yang berada di pos. Namun, korban tidak mau memberikan buah nanas," katanya, Sabtu (26/7/2025).

ADVERTISEMENT

Lantaran korban tidak mau memberikan buah nanas, sehingga terjadi cekcok mulut, kemudian kedua orang tersebut meninggalkan tempat kejadian perkara (TKP).

"Berselang setengah jam kedua orang tersebut datang lagi ke TKP dengan membawa senjata tajam jenis golok dan terjadi lagi cekcok mulut antara pelaku dengan korban," katanya dikutip dari Antara.

Akibat penolakan tersebut tersangka TY langsung mengeluarkan golok dan diacungkan kepada korban sambil mengatakan “ngomong apa tadi ?.” 

Korban merasa terancam, takut dan langsung menjauh dari lapak dagangannya hingga pelaku mengejar korban.

"Korban berupaya mencari pertolongan dengan masuk pintu gerbang gudang yang berada di sekitar TKP, namun tersangka lain berinisial DBR mendorong korban serta ditarik pakaiannya sambil mengatakan dirinya adalah putra daerah setempat," ucap Kusumo.

Kemudian saksi H selaku sekuriti gudang keluar dari pintu gerbang gudang dan melerai serta mengatakan di tempat tersebut diawasi CCTV, sehingga kedua pelaku meninggalkan TKP.

Berdasarkan hasil penyelidikan, Tim Unit Ranmor dan Tim Opsnal Unit Reskrim Polsek Bantar Gebang menangkap kedua pelaku pada 19 Juli 2025 di Kampung Tipar, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeng, Kabupaten Bogor dan dibawa ke kantor Polres Metro Bekasi Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Selanjutnya berdasarkan alat bukti yang cukup, terhadap perbuatan tersangka dapat dikenakan tindak pidana kedapatan menguasai, membawa, memiliki, dan menyimpan senjata tajam tanpa hak dan atau perbuatan yang disertai dengan ancaman kekerasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

"Dengan ancaman paling lama 10 tahun penjara dan atau Pasal 335 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 1 tahun penjara," katanya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon