ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

HUT Ke-80 RI: 983 Napi Lapas Cikarang Dapat Remisi, 77 Bebas

Minggu, 17 Agustus 2025 | 18:56 WIB
ES
SL
Penulis: Eka Jaya Saputra | Editor: LES
Pemberian remisi secara simbolis langsung dilakukan oleh Kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang, Urip Dharma Yoga didampingi Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang di Plaza Pemkab Bekasi, Minggu 17 Agustus 2025.
Pemberian remisi secara simbolis langsung dilakukan oleh Kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang, Urip Dharma Yoga didampingi Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang di Plaza Pemkab Bekasi, Minggu 17 Agustus 2025. (Beritasatu.com/Eka Jaya Saputra)

Cikarang, Beritasatu.com – Sebanyak 983 warga binaan dari total 1.400 penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cikarang mendapatkan remisi pada peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia (RI), Minggu (17/8/2025).

Kepala Lapas Kelas IIA Cikarang, Urip Dharma Yoga, menjelaskan bahwa pemberian remisi tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor PAS-1360.PK.05.03.Tahun 2025 tentang Pemberian Remisi Umum (RU) Tahun 2025.

Dari jumlah itu, 1.033 narapidana mendapatkan remisi dasawarsa. Sementara itu, 77 orang langsung bebas dan dapat kembali ke masyarakat.

ADVERTISEMENT

Urip Dharma menegaskan bahwa pemberian remisi bukan sekadar penghargaan atas perilaku baik warga binaan, tetapi juga bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan kesempatan kedua.

“Insyaallah, para warga binaan siap kembali ke masyarakat. Selama masa pidana, mereka dibekali pembinaan kepribadian maupun kemandirian,” ujarnya usai penyerahan remisi secara simbolis kepada 17 warga binaan di Plaza Pemkab Bekasi.

Program pembinaan di Lapas Cikarang mencakup olahraga, pengajian, pramuka, serta pelatihan keterampilan seperti berkebun, beternak, boga, hingga industri kreatif. Hal ini diharapkan menjadi bekal kemandirian setelah bebas.

Selain itu, Lapas juga bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi dalam pembinaan keagamaan serta pendidikan umum. Program pesantren dan kejar paket A, B, dan C telah berjalan dengan antusiasme tinggi dari warga binaan.

“Meskipun ada yang tertinggal sekolahnya, mereka bisa mengejar ketertinggalan melalui program kejar paket. Ini bagian dari ikhtiar agar mereka memiliki bekal ilmu pengetahuan untuk masa depan,” tambah Urip.

Ia juga berpesan kepada warga binaan yang bebas agar tidak menyia-nyiakan kesempatan kedua. “Di luar lapas, tantangan kehidupan adalah nyata. Jadilah manusia yang lebih baik, mandiri, serta ikut membangun bangsa dan daerah. Kami juga berharap masyarakat menerima mereka tanpa stigma, karena dukungan publik sangat penting bagi keberhasilan reintegrasi sosial,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon