Pemkab Ultimatum 136 Dapur SPPG di Cianjur yang Belum Higienis
Jumat, 3 Oktober 2025 | 13:05 WIB
Cianjur, Beritasatu.com – Dari total 140 dapur satuan Pelayanan Pemenuhan gizi (SPPG) yang sudah beroperasi di Kabupaten Cianjur, baru empat dapur yang memiliki sertifikat laik higiene sanitasi (SLHS). Sertifikasi tersebut menjadi salah satu syarat wajib dalam penyelenggaraan program makan bergizi gratis (MBG).
Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menegaskan seluruh dapur SPPG yang belum memiliki SLHS diberi waktu hingga akhir Oktober 2025 untuk melengkapi persyaratan.
“Sementara ini masih empat, tetapi semuanya pada Oktober harus sudah selesai (memiliki SLHS),” ujar Wahyu, Jumat (3/10/2025).
Ia menyebutkan, saat ini 136 dapur SPPG tengah menjalani proses untuk mendapatkan SLHS. Namun, apabila hingga batas waktu yang ditentukan belum juga selesai, pihaknya akan merekomendasikan penghentian sementara.
“Kalau masih belum selesai, Pemerintah Cianjur akan merekomendasikan ke kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk diberhentikan sementara,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan dapur SPPG yang baru dibangun harus terlebih dahulu mengantongi SLHS sebelum bisa beroperasi.
Sementara itu, Pemkab Cianjur telah menghentikan sementara dua dapur SPPG usai sejumlah pelajar mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
“Ada dua dapur yang disetop karena ada kasus keracunan dan saat ini masih dalam pemeriksaan,” pungkas Wahyu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




