Ratusan Warga Sukabumi Berdesakan demi Lowongan Kerja di Minimarket
Selasa, 21 Oktober 2025 | 15:30 WIB
Sukabumi, Beritasatu.com - Ratusan pencari kerja di Sukabumi, Jawa Barat, rela mengantre panjang dan berdesakan di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Selasa (21/10/2025). Mereka mengikuti proses rekrutmen untuk bekerja di sebuah perusahaan minimarket ternama.
Tingginya minat pelamar tidak sebanding dengan kuota yang tersedia. Dari sekitar 500 peserta yang mendaftar, hanya 30 orang yang akan diterima. Antusiasme ini menjadi gambaran nyata ketatnya persaingan dalam mencari pekerjaan di tengah terbatasnya lapangan kerja.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di wilayah Jawa Barat masih cukup tinggi. Kabupaten Sukabumi mencatat TPT sebesar 7,11% pada tahun 2024, sedangkan Kota Sukabumi mencapai 8,34%. Angka ini menempatkan Kota Sukabumi sebagai daerah dengan pengangguran tertinggi ketiga di Jawa Barat setelah Kota Cimahi dan Bekasi.
Salah satu pelamar, Gresika Japarani, yang sudah 4 bulan menganggur, mengaku terdorong mengikuti seleksi ini demi memenuhi kebutuhan hidup.
“Memang kebutuhan hidup yang utama. Selain itu, saya ingin menyalurkan dan mempertajam keterampilan. Kalau terlalu lama tidak bekerja, adaptasinya jadi lebih sulit,” ujarnya.
Gresika juga mengungkapkan bahwa peluang kerja di Sukabumi sangat terbatas. “Peluangnya kecil, sedangkan jumlah pencari kerja banyak. Jadi harus bersaing lebih ketat,” tambahnya.
Panitia penyelenggara dari pihak sekolah, Meliawati, menjelaskan, kegiatan rekrutmen ini merupakan bentuk kepedulian untuk membantu mengurangi angka pengangguran di Sukabumi.
“Ini adalah salah satu upaya kami mendukung penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat, khususnya di Sukabumi,” ujarnya.
Meliawati menambahkan, lowongan ini terbuka untuk umum, tidak hanya untuk lulusan SMK. “Hari ini pelamar mencapai sekitar 500 orang dan akan mengikuti proses seleksi dalam dua sesi,” jelasnya.
Tingginya jumlah pelamar yang mencapai 500 orang untuk 30 posisi menunjukkan persaingan kerja yang makin ketat dan kebutuhan masyarakat akan lapangan pekerjaan yang layak.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




