Curah Hujan di Hulu Picu Luapan Sungai, Banjir Karawang Masih Bertahan
Rabu, 21 Januari 2026 | 17:41 WIB
Karawang, Beritasatu.com - Banjir akibat luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet masih merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Memasuki hari keempat, debit air banjir terpantau mulai perlahan surut. Namun, di sejumlah wilayah, salah satunya Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, ketinggian air masih mencapai lebih dari 2,5 meter.
Pantauan udara pada Rabu (21/1/2026) menunjukkan ratusan rumah di Desa Karangligar masih terendam banjir. Air terlihat menutup akses jalan dan halaman rumah warga. Genangan yang berasal dari luapan Sungai Citarum dan Cibeet tersebut masih menggenangi permukiman dengan ketinggian bervariasi.
Pantauan di lokasi, selain merendam pemukiman dan akses jalan desa banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum, seperti sarana pendidikan tercatat ada dua sekolah dasar dan satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Teluk Jambe Barat 1 sejak empat hari terakhir sudah terendam banjir dengan ketinggian 2,5 meter
Hingga saat ini tiga sekolah terebut masih meliburkan siswanya karena ketinggian banjir diperkirakan 1 meter sampai 1, 5 meter
Meski kondisi banjir mulai menunjukkan tanda-tanda surut, wilayah Karangligar masih menjadi salah satu titik terparah. Sejumlah rumah tampak ditinggalkan penghuninya yang memilih mengungsi ke tempat lebih aman.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, hingga saat ini terdapat tujuh kecamatan yang masih terdampak banjir. Ribuan rumah terendam di 20 desa yang tersebar di wilayah Karawang
Banjir di Kabupaten Karawang mulai terjadi sejak Minggu (18/1/2026) dini hari. Tingginya curah hujan di wilayah hulu menyebabkan debit Sungai Citarum dan Sungai Cibeet meningkat hingga meluap ke permukiman warga.
Sementara itu, petugas kepolisian dari Polda Jawa Barat dan Polres Karawang terus melakukan patroli banjir di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat. Dengan menggunakan perahu karet, petugas menyisir satu per satu rumah warga untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak.
Selain melakukan patroli, petugas juga menyalurkan bantuan makanan kepada warga terdampak. Bagi warga yang masih bertahan di lantai dua rumahnya, petugas menawarkan evakuasi ke lokasi pengungsian atau memberikan bantuan logistik sesuai kebutuhan.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan pihaknya telah menerjunkan ratusan personel dari berbagai satuan sejak awal terjadinya banjir di Kabupaten Karawang. Personel tersebut dikerahkan untuk membantu evakuasi warga, patroli wilayah terdampak, serta mendistribusikan bantuan makanan bagi korban banjir," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




