ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banjir di Muaragembong Belum Surut Satu Bulan, Warga Resah

Senin, 2 Februari 2026 | 15:28 WIB
ES
JS
Penulis: Eka Jaya Saputra | Editor: JJS
Banjir di Muaragembong belum surut selama satu bulan, warga mulai resah.
Banjir di Muaragembong belum surut selama satu bulan, warga mulai resah. (Beritasatu.com/Eka Jaya Saputra)

Bekasi, Beritasatu.com - Banjir yang diduga dipicu jebolnya Kali Citarum masih merendam Kampung Penombo, Desa Harapanjaya, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Kondisi ini berlangsung selama kurang lebih satu bulan dan membuat aktivitas warga terganggu parah.

Selain merendam pemukiman, banjir juga menyebabkan lumpuhnya akses transportasi darat. Warga kini tidak dapat melintasi jalan karena genangan air masih menutup hampir seluruh wilayah kampung.

Salah seorang warga Kampung Penombo, Karim (38) mengatakan, banjir memaksa warga menggunakan perahu sebagai sarana transportasi utama.

Jalur air menjadi satu-satunya akses yang dapat digunakan untuk beraktivitas sehari-hari.

ADVERTISEMENT

“Sudah sekitar satu bulanan. Untuk transportasi kebanyakan pakai perahu karena jalur darat tidak bisa dilalui,” ujar Karim kepada wartawan, Senin (2/2/2026).

Menurutnya, ketinggian air bervariasi di beberapa titik. Di lokasi terdalam, genangan air mencapai sekitar dua meter, sementara di titik terendah berkisar antara setengah meter.

“Paling dalam itu sekitar dua meter, yang paling rendah sekitar setengah meter,” katanya.

Karim menduga banjir terjadi akibat luapan Kali Ciherang serta jebolnya Kali Citarum. Kondisi ini menyebabkan air sulit surut, diperparah dengan tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu, termasuk aliran Kali Bekasi dan sungai lainnya.

Curah hujan yang merata di wilayah hulu juga membuat wilayah hilir seperti Muaragembong terdampak lebih lama.

“Karena hujannya hampir merata, jadi yang di bawah ini terdampak semua. Air juga lama surutnya,” jelasnya.

Karim menambahkan, hingga kini belum ada perhatian dari pemerintah di wilayah Kampung Penombo. Kondisi ini berbeda dengan daerah lain yang mengalami banjir lebih parah dan telah mendapat kunjungan dari pihak terkait.

“Kalau di bagian sini belum ada. Namun, di lokasi yang airnya sampai dua meter sudah banyak yang datang dan melihat langsung,” tutupnya.

Hingga saat ini, warga Kampung Penombo berharap, adanya penanganan serius dari pemerintah, baik untuk mempercepat surutnya banjir maupun solusi jangka panjang agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AHY: Penanganan Banjir Jakarta Tak Bisa Hanya Andalkan Infrastruktur

AHY: Penanganan Banjir Jakarta Tak Bisa Hanya Andalkan Infrastruktur

JAKARTA
Hari Kedua, Banjir Masih Rendam Permukiman Warga di Cipondoh Tangerang

Hari Kedua, Banjir Masih Rendam Permukiman Warga di Cipondoh Tangerang

BANTEN
Banjir Rendam Kebon Pala, Warga Beraktivitas di Tengah Genangan

Banjir Rendam Kebon Pala, Warga Beraktivitas di Tengah Genangan

JAKARTA
Banjir Masih Rendam Cipondoh, 210 Warga Terpaksa Mengungsi

Banjir Masih Rendam Cipondoh, 210 Warga Terpaksa Mengungsi

BANTEN
BPBD Catat 80 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang Banjir

BPBD Catat 80 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang Banjir

JAKARTA
Ratusan Rumah di Cipondoh Masih Terendam Luapan Kali Angke

Ratusan Rumah di Cipondoh Masih Terendam Luapan Kali Angke

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon