Pencarian Korban Longsor Cisarua Resmi Dihentikan setelah 22 Hari
Sabtu, 14 Februari 2026 | 13:28 WIB
Ngamprah, Beritasatu.com – Operasi pencarian dan pertolongan atau search and rescue (SAR) korban bencana tanah longsor yang menerjang Kampung Babakan, Pasir Kuning, dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, resmi ditutup pada Sabtu (14/2/2026) setelah berlangsung selama 22 hari.
Selama proses pencarian dan evakuasi, tim SAR gabungan berhasil menemukan sebanyak 101 kantong jenazah (bodypack). Namun, hingga operasi dinyatakan berakhir, masih terdapat 20 korban yang dinyatakan hilang.
Pantauan Beritasatu.com di lokasi, terlihat duka mendalam menyelimuti apel penutupan operasi SAR longsor Cisarua. Kesedihan semakin terasa ketika SAR Mission Coordinator (SMC) Ade Dian Permana menyampaikan secara resmi berakhirnya operasi di hadapan tim relawan gabungan dan perwakilan keluarga korban.
"Artinya pada hari ke-22 ini Sabtu (14/2/2026), operasi SAR tanah longsor di Cisarua telah resmi dinyatakan ditutup. Artinya, dengan telah ditutupnya operasi SAR, Basarnas dalam hal ini tetap akan melaksanakan pemantauan atau monitoring terhadap pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang dilakukan oleh pemerintah daerah," kata Ade Dian Permana saat ditemui, Sabtu (14/2/2026).
Ade Dian menjelaskan, selama 22 hari pelaksanaan operasi, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 101 bodypack. Dari jumlah tersebut, sebanyak 83 korban telah berhasil diidentifikasi oleh tim disaster victim identification (DVI) Polda Jawa Barat.
"Masih ada 12 bodypack yang sampai saat ini belum teridentifikasi. Nanti untuk hasil atau rilis terhadap identifikasi yang dilakukan tim DVI akan disampaikan kepada Basarnas,” lanjutnya.
Meski operasi telah ditutup, Ade Dian mengakui masih ada 20 korban yang belum ditemukan.
"Proses pencarian selama 22 hari ini, masih ada 20 jiwa yang belum berhasil diketemukan atau hilang," kata Ade Dian.
Ia menambahkan, pemerintah desa bersama incident commander (IC) telah melakukan mediasi dengan keluarga korban terkait keputusan penghentian operasi SAR yang telah berlangsung selama tiga pekan.
"Artinya dari 20 jiwa itu, keluarga sudah dimediasi yang disampaikan kepala desa dan IC. Jadi Basarnas dibantu Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menyampaikan fakta ini ke keluarga korban. Semoga keluarga korban bisa menerima dengan ikhlas anggota keluarga yang belum ditemukan," tutup Ade Dian.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




