Kisah ASN Pangandaran Produksi Parsel Lebaran hingga Raup Omzet Jutaan
Selasa, 10 Maret 2026 | 05:18 WIB
Parigi, Beritasatu.com - Bulan Ramadan membawa berkah bagi Enden Santika, aparatur sipil negara (ASN) paruh waktu di Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Di sela kesibukannya sebagai pegawai pemerintah, ia memanfaatkan waktu luang untuk memproduksi parsel Lebaran yang kini kebanjiran pesanan.
Di rumahnya, Enden terlihat cekatan merangkai keranjang parsel berisi aneka makanan ringan, produk kebutuhan rumah tangga, hingga paket sembako. Aktivitas tersebut biasanya dilakukan pada sore hari, malam, hingga setelah sahur.
Usaha parsel yang awalnya hanya berawal dari hobi kini berkembang menjadi bisnis rumahan yang menjanjikan. Permintaan yang terus meningkat menjelang Idulfitri membuat produksi parsel semakin sibuk.
Didukung oleh suami dan anggota keluarga, Enden mampu memenuhi pesanan yang datang dari berbagai kalangan, mulai dari rekan kerja, masyarakat umum, hingga sejumlah instansi swasta.
“Hingga saat ini pesanan hampir mencapai 500 paket yang terdiri dari parsel sembako dan parsel untuk anak-anak. Pembuatan parsel biasanya saya lakukan pada sore hari, malam, dan pagi setelah sahur karena saya juga bekerja di pemerintahan,” ujar Enden Santika, Senin (9/3/2026).
Menurutnya, tradisi berkirim parsel menjelang Idulfitri menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Ia memadukan produk-produk lokal Pangandaran dengan kemasan modern agar terlihat lebih menarik dan kekinian.
Strategi tersebut terbukti efektif menarik minat pembeli. Selain tampil menarik, harga parsel yang ditawarkan juga relatif terjangkau bagi masyarakat.
Untuk paket parsel anak-anak, Enden membanderol harga sekitar Rp 25.000 per paket. Sementara itu, parsel sembako dijual mulai dari Rp 80.000 hingga Rp 250.000, tergantung pada isi paket dan tingkat kesulitan pengemasan.
Enden mengaku usaha ini memberikan tambahan penghasilan yang cukup signifikan bagi keluarganya, terutama selama bulan Ramadan.
“Alhamdulillah dari keuntungan parsel ini lumayan besar. Saya memanfaatkan waktu luang sebagai P3K paruh waktu untuk membuat parsel Lebaran. Saat ini produksi juga dibantu oleh suami dan keluarga karena pesanan cukup banyak,” ujarnya.
Dalam satu musim Ramadan, usaha parsel tersebut mampu menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah. Kreativitas Enden menunjukkan bahwa pekerjaan sebagai ASN tidak menghalangi seseorang untuk tetap berwirausaha secara produktif.
Kisahnya juga menjadi inspirasi bahwa dedikasi terhadap pekerjaan dan semangat berusaha dapat berjalan beriringan, terutama pada bulan Ramadan yang identik dengan berbagi dan keberkahan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




