ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hadapi El Nino, Pemkab Bandung Perkuat Mitigasi Kekeringan

Minggu, 19 April 2026 | 17:48 WIB
A
H
Penulis: Antara | Editor: HE
Pemkab Bandung, Jawa Barat, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) guna mempersiapkan antisipasi El Nino di Bandung, Minggu, 19 April 2026.
Pemkab Bandung, Jawa Barat, melakukan monitoring dan evaluasi (monev) guna mempersiapkan antisipasi El Nino di Bandung, Minggu, 19 April 2026. (Antara Foto)

Soreang, Beritasatu.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung memperkuat langkah mitigasi kekeringan di sektor pertanian untuk mengantisipasi potensi El Nino pada 2026.

Upaya ini dilakukan melalui monitoring dan evaluasi (monev) di sejumlah wilayah rawan guna mengidentifikasi potensi risiko sekaligus menyiapkan strategi penanganan yang tepat.

Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mengatakan langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air.

ADVERTISEMENT

“Monitoring ini penting untuk memastikan kesiapan daerah dalam menghadapi potensi kekeringan, khususnya di sektor pertanian yang sangat bergantung pada ketersediaan air,” kata Dadang, dikutip dari Antara, Minggu (19/4/2026).

Fenomena El Nino yang ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik berpotensi menurunkan curah hujan di Indonesia. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kekeringan, terutama pada pertengahan hingga akhir tahun.

Berdasarkan analisis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), potensi El Nino pada 2026 perlu diwaspadai, khususnya pada periode April hingga Oktober 2026.

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Hermanto, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

“Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi dampak El Nino, khususnya untuk menjaga keberlanjutan produksi pertanian,” ujarnya.

Kegiatan mitigasi ini turut melibatkan berbagai pihak, seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, serta tenaga ahli dari Kementerian Pertanian. Sebagai tindak lanjut, dilakukan rapat koordinasi di rumah dinas bupati untuk membahas langkah konkret, terutama dalam pengelolaan lahan dan sistem irigasi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

El Nino Godzilla Mengintai, Picu Cuaca Ekstrem Global hingga 2027

El Nino Godzilla Mengintai, Picu Cuaca Ekstrem Global hingga 2027

OTOTEKNO
Hadapi El Nino, Mentan Perkuat Infrastruktur Pertanian

Hadapi El Nino, Mentan Perkuat Infrastruktur Pertanian

EKONOMI
Mentan Pastikan Stok Beras Aman di Tengah Ancaman El Nino

Mentan Pastikan Stok Beras Aman di Tengah Ancaman El Nino

EKONOMI
El Nino Menguat, Kabupaten Bima Berstatus Siaga Kekeringan di NTB

El Nino Menguat, Kabupaten Bima Berstatus Siaga Kekeringan di NTB

NUSANTARA
Sederet Dampak El Nino 2026, Bagaimana dengan Indonesia?

Sederet Dampak El Nino 2026, Bagaimana dengan Indonesia?

INTERNASIONAL
Lampung Siaga El Nino 2026, Risiko Karhutla Diprediksi Meningkat

Lampung Siaga El Nino 2026, Risiko Karhutla Diprediksi Meningkat

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon