Belajar Tatap Muka Kota Bogor Tunggu Vaksinasi Guru Rampung
Senin, 5 April 2021 | 20:42 WIB
Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Kota Bogor menunggu 9.800 guru rampung divaksinasi Covid-19 sebelum melakukan sekolah dengan sistem pembelajaran tatap muka (PTM). Rencananya, PTM akan diuji coba pada Mei 2021.
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menuturkan, Kota Bogor belum berani dalam waktu dekat memberlakukan sekolah tatap muka sebelum vaksinasi guru rampung.
"Kita tidak mau ambil risiko untuk melakukan PTM. Kota Bogor pun baru beberapa pekan selesai keluar dari zona merah. Saat ini, masih oranye," kata Dedie, Senin (5/4/2021).
Kata dia, harus diperhitungkan betul kesiapan PTM mulai dari kesiapan tenaga didik, fasilitas tambahan di sekolah, izin dari orang tua dan terpenting menjamin berlangsung protokol kesehatan saat PTM berlangsung.
"Setidaknya bila gurunya sudah divaksinasi, ada satu jaminan lah. Nanti menyusul, penyesuaian fasilitas menunjang prokes," paparnya.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bogor, sebanyak 9.800 jumlah tenaga didik yang menjadi sasaran vaksinasi dan dari jumlah itu menyisakan 1.700 tenaga didik yang belum disuntik vaksin Covid-19
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) ataupun uji coba PTM pada satuan pendidikan di Kota Bogor belum dimulai. Pasalnya, seluruh satuan yang terlibat di sekolah harus terlebih dahulu disuntik vaksin Covid-19.
Ditargetkan, vaksinasi untuk tenaga pendidik akan selesai pada April 2021 dengan target penyuntikan dua dosis. Saat ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor tengah melakukan survei ke lapangan terkait persiapan sekolah dari sisi protokol kesehatan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi mengatakan, selain persiapan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Pihaknya juga akan mendata izin dari orang tua murid, sebab izin tersebut diperlukan sebelum melaksanakan sekolah tatap muka nanti.
Hanafi menyampaikan, rencana uji coba PTM akan dilaksanakan pada Mei 2021 mendatang. Hanya, tanggal dan skema dari uji coba sekolah tatap muka tersebut belum dapat ditentukan.
Sebab, menurut Hanafi setelah melakukan survei dan persiapan teknis, Disdik Kota Bogor akan melakukan konsolidasi ke tingkat yang lebih tinggi. Yakni Dewan Pendidikan, Dinas Kesehatan, Satgas Covid-19, Satpol PP, PGRI, termasuk Kantor Cabang Dinas (KCD) Jawa Barat yang membawahi SMA dan SMK.
"Gambaran saya uji coba sekitar bulan Mei, tetapi tanggalnya belum ditentukan. Kami persiapan internal dulu secara teknis, nanti konsolidasi yang lebih besar ke Dinkes, Satpol PP, Dewan Pendidikan, PGRI, Satgas Covid-19 Kota Bogor, termasuk camat dan lurah," kata Hanafi.
Hanafi menegaskan, sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yang membahas PTM, jumlah siswa yang boleh melaksanakan kegiatan belajar di sekolah hanya sebanyak 30%. Selain itu, ekstrakurikuler dan kantin tidak diperkenankan untuk beroperasi.
"Kota Bogor (wilayah) kan kecil, kalau serentak sekolah terbayang kepadatannya walaupun hanya 30%. Apalagi, jika ratusan sekolah negeri dan swasta di Kota Bogor menjalankan PTM secara serentak. Itu menentukan juga makanya harus diambil sampling orang tua setuju atau tidak," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




