ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pencari Rumput di Bogor Ditemukan Tewas dalam Sumur

Sabtu, 24 April 2021 | 19:12 WIB
VS
CP
Penulis: Vento Saudale | Editor: PAAT
Petugas Damkar Ciawi melakukan evakuasi pencari rumput Samsudin (59) yang hilang dan ditemukan meninggal dunia di sumur tua, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat 23 April 2021.
Petugas Damkar Ciawi melakukan evakuasi pencari rumput Samsudin (59) yang hilang dan ditemukan meninggal dunia di sumur tua, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jumat 23 April 2021. (Vento Saudale)

Bogor, Beritasatu.com – Pergi mencari rumput ternak, Samsudin (59) ditemukan meninggal dunia di dalam sumur tua di Kampung Lembah Nendeut, Desa Sukagalih, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Berdasarkan informasi dihimpun, Samsudin tak kunjung pulang ke rumah setelah pamit mencari rumput ternaknya pada Jumat (23/4/2021) pagi.

Berbeda dengan kebiasaan sehari-hari pernah meninggalkan rumah, warga sekitar melakukan pencarian di lokasi tempat biasanya mencari rumput ternak.

Warga mencari korban sampai ke hutan tempat biasa mencari rumput ternak sejauh 1,5 km dari pemukiman. Sekitar pukul 19.30 WIB, ditemukan jejak kaki dan rumput untuk pakan ternak yang diduga milik korban dekat dengan sumur tua.

"Di sana ada jejak pak Samsudin yang ditinggal kaya rancatan dan rumput buat kambingnya. Di situlah warga yakin kalau pak Samsudin pasti jatuh ke sumur, soalnya sumurnya berdekatan," papar Kepala Unit Damkar Ciawi Nendri, Sabtu (24/4/2021).

ADVERTISEMENT

Mendapat laporan itu, Damkar Ciawi menerjunkan tiga regu tim penyelamatan dan diketahui Samsudin berada di dasar sumur sedalam 30 meter.

"Evaluasi dilakukan selama dua jam, mulai 22.30 WIB dan tim berhasil mengeluarkan korban dalam keadaan meninggal dunia. Diduga korban memang sudah kehabisan oksigen di dalam sumur," kata Nendri.

Dalam upaya penyelamatan pun, para petugas menggunakan tabung oksigen lantaran dalam sumur tua tersebut mengandung kadar gas karbon monoksida.

Terpisah, Kapolsek Megamendung AKP Susilo membenarkan adanya kejadian tersebut. Setelah berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan, jasad korban langsung dimakamkan pihak keluarganya.

"Iya betul, tadi malam sudah ketemu dalam kondisi meninggal dunia sudah dimakamkan. Semalam kita koordinasi dengan Damkar untuk evakuasi pakai oksigen karena di bawahnya itu ada gas beracun. Lokasinya juga memang jauh," ucap Susilo.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon