Lewat Spanduk, Warga Kota Bogor Tolak Pemudik Kembali Tanpa Surat Negatif Covid-19
Senin, 17 Mei 2021 | 20:12 WIB
Bogor, Beritasatu.com – Melalui spanduk, warga Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor menolak pendatang atau pemudik dari luar kota yang masuk tanpa disertai surat negatif Covid-19. Hal itu merupakan bentuk kepedulian warga setempat agar tidak terjadi penularan pasca-Lebaran.
Spanduk penolakan di Jalan Guru Muchtar. Spanduk tersebut bertuliskan "Kami Warga RW 16 Kelurahan Cimahpar Menolak Keras Pemudik Tanpa Surat Bebas Covid-19".
Ketua RW 16, Aep Rahmat (58) mengatakan aksi penolakan tersebut untuk antisipasi penularan Covid-19 dari para pendatang atau pemudik luar kota.
"Kami mematuhi peraturan pemerintah pusat dan daerah untuk melaksanakan di wilayah terbawah RT RW karena di wilayah kami banyak warga perumahan. Intinya saya membawahi 10 RT yang 3 itu kampung, perumahan 7 jadi sangat riskan untuk pulang mudik," kata Aep, kepada wartawan, Senin (17/5/2021).
Sejauh ini, tambah Aep, belum ada pendatang atau pemudik di wilayahnya. Juga semasa libur Idulfitri kemarin, tidak ada warga yang meminta surat izin untuk melakukan perjalanan mudik ke luar kota.
"Saya pantau dengan para pengurus RT di perumahan itu tidak ada yang keluar mudik karena ada peraturan. Sebelum mereka keluar kota atau mudik kita komunikasi dengan para RT ada surat pengantar dari RT RW dan kelurahan melampirkan surat tes rapid Covid-19 kalau udah ada. Mungkin dinas ke luar kota atau ada keperluan keluarga itu boleh. Tapi untuk sementara ini nggak ada yang keluar mudik," jelasnya.
Lurah Cimahpar Ronny Kunaefi sangat mengapresiasi warganya yang berinisiatif mendukung program pemerintah. Pasalnya, di RW 16 memang perumahan dan warga luar kota yang tinggal di sana.
"Kami sangat mengapresiasi kepada RW 16 ini karena memang di sini perumahan banyak, pendatang-pendatang yang dari luar termasuk warga yang tinggal di sini pun masih banyak yang KTP-nya bukan Cimahpar, tetapi KTP Jakarta. Jadi adanya imbauan ini, spanduk imbauan ini untuk meminimalisasi dari RW 16 tidak ada kegiatan ke luar terutama di masa mudik ini," ucap Ronny.
Namun, pihaknya juga telah menyiapkan satu tempat isolasi jika nantinya ditemukan pemudik tanpa surat bebas Covid-19. Mereka akan dikarantina apabila tempat tempat tinggalnya tidak memungkinkan.
"Kebetulan di RW 16 ini kami siapkan rumah isolasi, ada dua kamar. Di RW 16 ini pernah rekor sebagai covid terbesar di Kelurahan Cimahpar. Alhamdulillah perhari ini sudah masuk zona hijau tidak ada satupun masyarakat gejala covid-19. Untuk antisipasi kita sudah siapkan rumah isolasi," ungkapnya.
Terpisah, Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengaku mendapat masukan dari wilayah untuk membantu melakukan pengawasan termasuk tes swab Covid-19 jika ditemukan pemudik yang lolos.
"Kita banyak sekali mendapat masukan dari wilayah. Mereka minta kita secara khusus membantu pemantauan mereka yang kemarin lolos mudik. Jadi yang lolos mudik kembali ke Bogor mereka meminta PCR swab. Saya sudah koordinasi dengan wilayah untuk memasang spanduk apabila ada yang kembali mudik mereka harus swab," tutur Dedie.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




