Klaim RS Belum Dibayar, Bupati Bogor Mengadu ke Menko Marves
Senin, 5 Juli 2021 | 19:33 WIB
Bogor, Beritasatu.com – Bupati Bogor Ade Yasin mengaku telah mengadukan masalah tunggakan klaim rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 yang belum dibayarkan pemerintah, kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Ade Yasin mengungkapkan akibat klaim RS Covid-19 yang belum dibayarkan itu, telah menjadi kendala dalam penanganan pasien Covid-19 di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Bogor.
"Saat ini RSUD Cibinong terkendala soal ketersediaan obat dan oksigen karena ada keterlambatan di pemasok. Pun demikian, penanganan Covid-19 terkendala bukan karena tidak ada obat-obatan, tapi kesulitan beli obat karena klaim yang belum dibayar," ungkap Ade Yasin dalam rapat koordinasi implementasi PPKM Darurat, yang disiarkan secara virtual, Senin (5/7/2021).
Namun Ade mengaku telah memerintahkan rumah sakit untuk melakukan percepatan penanganan pasien Covid-19. Dalam waktu lima hari sampai seminggu jika kondisi pasien membaik dipindahkan ke tempat isolasi atau isolasi mandiri.
"Sehingga ada satu rumah sakit yang kesulitan keuangan hingga Rp 50 miliar karena klaimnya belum dibayar," ungkap Ade.
Ade memerinci untuk penanganan Covid-19 di Kabupaten Bogor, tersedia tempat tidur di rumah sakit sebanyak 1.821 dan ruang ICU sebanyak 142. Tempat tidur yang sudah terpakai sebanyak 1.781 unit dan ICU sebanyak 131 unit.
Selain itu, ada pusat isolasi mandiri di Kecamatan Kemang dan Megamendung dengan jumlah tempat tidur sekitar 140 unit dan sudah terpakai 60%.
"Jadi saat ini untuk keterisian ruang ICU sudah 92% dan tempat tidur sudah 94%," terang Ade.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




