ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pakuwon Jati Bidik Pertumbuhan Marketing Sales 40 Persen

Rabu, 7 Juli 2021 | 09:24 WIB
AA
B
Penulis: Amrozi Amenan | Editor: B1
Jajaran direksi dan komisari PT Pakuwon Jati Tbk: Minarto Basuki (Direktur), Richard Adisastra (Komisaris) dan Sutandi Purnomosidi (Direktur) saat paparan publik usai RUPS, Senin (5/7/2021).
Jajaran direksi dan komisari PT Pakuwon Jati Tbk: Minarto Basuki (Direktur), Richard Adisastra (Komisaris) dan Sutandi Purnomosidi (Direktur) saat paparan publik usai RUPS, Senin (5/7/2021). (Istimewa)

Surabaya, Beritasatu.com - Pengembang properti, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), tahun ini membidik pertumbuhan marketing sales sebesar 30-40 persen.

Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, Minarto Basuki mengatakan, upaya pemulihan ekonomi oleh pemerintah mampu menggerakkan sektor properti.

Program relaksasi pajak pertambahan nilai (PPN) yang ditunjang juga dengan tingkat suku bunga perbankan yang rendah membawa optimisme akan kondisi pasar properti tahun ini. Pihaknya juga optimis bisnis properti tahun ini akan lebih baik dibanding tahun 2020 lalu.

"Kami menargetkan ada pertumbuhan marketing sales 30-40 persen dari tahun lalu," kata Minarto pada paparan publik perseroan secara virtual, Senin (5/7/2021).

ADVERTISEMENT

Optimisme perseroan atas kinerja tahun ini juga didasarkan pada capaian selama kuartal I tahun 2021 yang mencatat marketing sales sebesar Rp 427 miliar atau tumbuh 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Capaian tersebut setara dengan 30,5 persen dari target marketing sales tahun 2021 sebesar Rp 1,4 triliun. Sedangkan pendapatan tercatat sebesar Rp 1,116 triliun yang berasal dari recurring revenue sebesar Rp 610 miliar dan development revenue sebesar Rp 506 miliar.

"Kami akan tetap pertahankan revenue yang balance dari recurring maupun development sales. Tahun lalu recurring income memberikan kontribusi 58 persen dan development sales 42 persen," ujar Minarto.

Sementara itu, selama tahun 2020 kinerja perseroan menurun dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan bersih tercatat sebesar Rp 3,977 triliun, turun 44,8 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 7, 202 triliun.

Sedangkan EBITDA mencapai sebesar Rp 2,051 triliun, turun 48,6 persen dibanding tahun sebelumnya Rp 3,992 triliun.

Meskipun mengalami penurunan pendapatan sebagai dampak pandemi Covid-19, rasio laba PWON selama tahun 2020 masih tetap terjaga double digit, yakni 30 persen.

Selain itu arus kas perseroan tetap kuat dan positif sehingga mampu mendukung kebutuhan belanja modal maupun ekspansi anorganik yang dilakukan perseroan pada tahun 2020 dengan pendanaan sepenuhnya dari kas internal.

Komposisi pendapatan tahun 2020 terdiri atas 58% recurring revenue dan 42% development revenue, konsisten dengan strategi perseroan untuk tumbuh dengan komposisi pendapatan yang berimbang antara recurring dan development revenue.

Recurring revenue perseroan tahun 2020 mencapai Rp 2,3 triliun turun 37,7 persen dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 3,693 triliun. Development revenue perseroan tahun 2020 mencapai Rp 1,677 triliun sedangkan tahun 2021 sebesar Rp 3,509 triliun.

Minarto menambahkan, tahun ini perseroan menganggarkan capital expenditure (Capex) sebesar Rp 900 miliar, yang akan dialokasikan untuk kelanjutan pengembangan proyek Pakuwon Mall Bekasi dan beberapa proyek properti di Surabaya.

Pusat perbelanjaan itu yang berdiri di atas lahan seluas 43.000 meter persegi itu akan mulai dibangun tahun ini. "Konstruksinya akan mulai tahun ini," katanya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon