ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Obat Covid-19 dan Vitamin Kosong di Apotek, Kadinkes Bogor: Bikin Ramuan Rempah-rempah

Jumat, 9 Juli 2021 | 19:12 WIB
VS
SL
Penulis: Vento Saudale | Editor: LES
Ilustrasi rempah-rempah.
Ilustrasi rempah-rempah. (Antara/Adeng Bustomi)

Bogor, Beritasatu.com - Warga Kota Bogor kesulitan mendapatkan obat dan vitamin di beberapa apotek di Kota Bogor. Pihak apotek menyatakan persediaan obat terapi Covid-19 dan vitamin kosong.

Salah satu pegawai apotek Kurnia, di Jalan Semeru, Lelasari menuturkan, sejak meningkatnya kasus covid-19 dan diberlakukannya PPKM Darurat Jawa dan Bali terjadi kelangkaan obat terapi Covid-19 dan vitamin.

Menurut Lela permintaan obat terapi Covid-19 dan vitamin tinggi, tapi mereka tidak bisa melayani permintaan itu karena tidak ada stok.

"Stok dari distributornya kosong. Alasannya, pasokan dari pabriknya juga sedikit," katanya.

ADVERTISEMENT

Warga umumnya mencari obat terapi Covid-19 dan antibiotik untuk keperluan pengobatan flu dan batuk. Selain obat terapi Covid-19, vitamin juga banyak dicari.

Ratusan orang per hari datang mencari vitamin seperti imboost, vitamin C, vitamin D dan vitamin lainnya. Namun, apotek tidak bisa memenuhi permintaan mereka karena sudah habis terjual.

Sama halnya dengan, Apotek Sehat di Jalan Pengadilan, dari beberapa hari kemarin banyak permintaan vitamin dan obat flu, batuk dan obat Covid-19, juga antibiotik.

"Tapi ketersediaan kita juga enggak ada, habis," ucap pegawai Sari.

Sementara itu, Kepada Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menambahkan, untuk ketersediaan obat-obatan di 25 Puskesmas dan RSUD masih tersedia, baik itu obatan atau vitamin. Begitu juga dengan APD untuk tenaga kesehatan masih mencupi.

"Droping ke Puskesmas dan rumah sakit masih aman. Hanya saja, kebutuhannya hanya untuk beberapa pekan ke depan. Mudah-mudahan droping dari pusat nantinya tidak terkendala," singkatnya.

Terkait menipisnya ketersediaan obatan di apotek, Retno terjadi lantaran permintaan masyarakat saat ini meningkat.

"Ya karena pemintaanya saat ini banyak. Misal satu apotek biasanya jualan satu dozen, saat ini bisa tiga kali lipat, lalu distributor obat juga kewalahan. Yang penting, masyarakat jangan panik, untuk pencegahan bisa buat ramuan rempah-rempah," tambah Retno.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon