ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sambut Hari Kemerdakaan, Ribuan Obor Terangi Malam Lereng Gunung Sumbing

Kamis, 8 Agustus 2024 | 06:11 WIB
PS
BW
Penulis: Priyo Budi Santoso | Editor: BW
Ribuan warga di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar kirab obor bambu dan gunungan agung hasil pertanian, Rabu 7 Agustus 2024.
Ribuan warga di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar kirab obor bambu dan gunungan agung hasil pertanian, Rabu 7 Agustus 2024. (Beritasatu.com/Priyo Budi Santosa)

Temanggung, Beritasatu.com - Ribuan warga di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar kirab obor bambu dan gunungan agung hasil pertanian. Selain mengasah kreativitas dan menjaga silaturahmi, kegiatan ini juga untuk menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan berjalan membawa obor, ribuan warga memadati lapangan Desa Bansari, Kecamatan Bulu, Temanggung. Tidak hanya obor saja, mereka juga membawa tujuh gunungan agung berisi hasil bumi dan ratusan nasi tumpeng. Banyaknya cahaya api obor tersebut membuat lereng Gunung Sumbing menjadi gemerlap.

Kepala Desa Bansari Samino mengatakan, kegiatan rekso bumi ini sudah dilakukan sejak dahulu memasuki musim panen dan rutin dilakukan setiap satu tahun sekali.

Selain itu kegiatan ini juga untuk menyambut hari ulang tahun (HUT) kemerdekaan ke-79 Indonesia. Kegiatan yang berlangsung tengah malam ini disambut antusias warga.

ADVERTISEMENT

"Kalau dari rencana terdapat 1.000 obor, tetapi kalau animo masyarakat saya kira lebih dari 1.000 obor," kata Samino saat ditemui di lokasi pada Rabu (7/8/2024) malam.

Makna obor sendiri melambangkan semangat dan penerangan atau cahaya harapan. Adapun gunungan agung bermakna kemakmuran dan keberkahan, sedangkan nasi tumpeng bermakna kesuburan, kerukunan, dan keberagaman.

"Makna obor sebagai perlambang agar pada musim panen agar tembakau mendapatkan kecerahan, sehingga petani bisa bergembira bersama," tambahnya.

Setelah didoakan oleh sesepuh desa setempat, puluhan gunungan agung hasil bumi seperti, sayur mayur, dan buah-buahan, serta ratusan nasi tumpeng selanjutnya diperebutkan warga. Masyarakat pun berdesak-desakan. Hanya dalam hitungan menit gunungan hasil bumi dan nasi tumpeng ini ludes diperebutkan.

Pj Bupati Temanggung Hari Agung Prabowo menukung kegiatan tersebut. Selain untuk melestarikan tradisi jelang musim panen, juga untuk mengasah kreativitas dan menumbuhkan sikap patriotisme kepada masyarakat.

"Ngrekso bumi bagaimana merawat bumi agar panennya nanti itu bagus. Ini dikaitkan dengan 17 Agustus juga, jadi untuk merayakan 17 Agustus dan hari jadi Temanggung," kata Agung.

Kegiatan ini diakhiri dengan pentas seni yang dilakukan oleh para seniman se-Kecamatan Bulu. Tidak hanya orang dewasa saja yang mengikuti kegiatan ini, tetapi anak-anak juga ikut memeriahkan acara tahunan ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon