Keluarga Dokter Aulia Risma Laporkan Senior PPDS Undip Terkait Pemerasan, Pengancaman hingga Intimidasi
Rabu, 4 September 2024 | 21:29 WIB
Semarang, Beritasatu.com - Keluarga dokter Aulia Risma Lestari, mahasiswa program pendidikan spesialis dokter (PPDS) Fakultas Kedokteran (FK) Undip Aulia Risma Lestari, melaporkan beberapa senior korban ke Polda Jawa Tengah. Mereka dilaporkan terkait adanya kasus pemerasan, pengancaman hingga intimidasi terhadap korban.
Pelaporan itu langsung dilakukan oleh ibunda korban Nuzmatun Malinah, adik kandung korban Nadia dan pengacara keluarga Misyal Ahmad. Keluarga datang ke Kantor SPKT Polda Jateng juga didampingi oleh tim dari Inspektorat Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Pengacara keluarga dokter Aulia Risma Lestari, Misyal Ahmad mengatakan korban mengalami perundungan sejak melakukan pendidikan di PPDS FK Undip. Bahkan, korban juga mengalami pengancaman dan intimidasi.
"Jadi almarhumah adalah mahasiwa PPDS dari Undip yang mengalami bullying. Ada intimidasi ada pengancaman, yang mana bukti-buktinya sudah kita kasih ke pihak Polda Jateng," jelasnya di Polda Jateng, Rabu (4/9/2024) malam.
Meski tidak menyebut identitas terlapor, tetapi Misyal menyebut jika terlapor merupakan mahasiswa PPDS atau senior korban. Pihaknya juga sudah membawa beberapa barang bukti dalam kasus ini. Termasuk bukti chat atau pesan singkat hingga catatan rekening korban.
"(Terlapor) dari mahasiswa, seniornya. Iya (lebih dari 1 orang). Terkait pengancaman intimidasi, pemerasan, ada beberapa. Kita belum berani sebut nama, karena almarhumah sudah meninggal, korban meninggal. Jadi ini diproses oleh kepolisian. Ada chat, ada rekeningnya. (Nominal pemerasan) masih diperiksa," ungkapnya.
BACA JUGA
Dr Aulia Rahma Dipalak Rp 40 Juta per Bulan, Dekan FK Undip Siapkan Sanksi Berat untuk Senior
Dengan adanya laporan ke Polda Jateng, dirinya dan keluarga korban berharap kasus ini bisa menemukan titik terang dan menciptakan keadilan bagi korban. Termasuk menjadi dorongan bagi mahasiswa PPDS yang lain untuk berani melapor.
"Untuk selanjutnya biar kita berproses, kita kawal bersama karena harus tuntas. Jangan sampai ada korban-korban lainnya karena sudah ada indikasi ada korban korban yang tidak berani mengadu. Mudah-mudahan ini jadi pintu masuk bagi korban berani untuk mengadu supaya dunia kesehatan kita tidak lagi terkontaminasi dengan hal-hal negatif," tutupnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




