Aktivitas Gunung Merapi Meningkat: 56 Guguran Lava Terpantau, Warga Diminta Waspada
Selasa, 25 Februari 2025 | 13:28 WIB
Sleman, Beritasatu.com - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi terus menunjukkan peningkatan. Berdasarkan laporan terbaru Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) untuk periode 24 Februari 2025 pukul 00.00-24.00 WIB, terpantau 56 kali guguran lava pijar mengarah ke Kali Bebeng dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.900 meter.
"Teramati 56 kali guguran lava ke arah Kali Bebeng/Krasak dengan jarak luncur maksimum 1.900 meter," ujar Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa, dalam keterangannya pada Selasa (25/2/2025).
Gunung Merapi, yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, saat ini masih berstatus Level III (Siaga). Potensi bahaya utama yang diwaspadai adalah guguran lava dan awan panas yang dapat berdampak pada sektor selatan-barat daya, mencakup Sungai Boyong hingga 5 km serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km. Di sektor tenggara, bahaya meliputi Sungai Woro hingga 3 km dan Sungai Gendol hingga 5 km.
Selama periode pemantauan, BPPTKG mencatat aktivitas kegempaan yang cukup tinggi, dengan perincian:
- - 121 kali gempa guguran (amplitudo 3-15 mm, durasi 24,41-174,86 detik),
- -44 kali gempa hybrid/fase banyak (amplitudo 2-13 mm, durasi 7,12-16,87 detik),
- -2 kali gempa tektonik jauh (amplitudo 6 mm, durasi 38,65-63,05 detik).
Secara visual, asap kawah terpantau bertekanan lemah, berwarna putih, berintensitas tebal, dengan ketinggian mencapai 150 meter di atas puncak kawah.
Kondisi cuaca bervariasi dari cerah hingga hujan, dengan curah hujan mencapai 70 mm per hari. Suhu udara berkisar antara 17,3-23,6°C dan kelembaban 80,1-99,9%. Cuaca ini meningkatkan risiko lahar dingin di aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi.
BPPTKG mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di zona bahaya, terutama di sektor selatan-barat daya dan tenggara. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran serta mengantisipasi dampak abu vulkanik yang dapat mempengaruhi kesehatan dan transportasi.
Jika terjadi peningkatan aktivitas signifikan, status Gunung Merapi akan dievaluasi kembali. Masyarakat di sekitar lereng Merapi diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BPPTKG dan pihak berwenang guna mengantisipasi potensi ancaman lebih lanjut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




