ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gunung Merapi Sudah Luncurkan Guguran Lava 21 Kali

Minggu, 27 April 2025 | 17:37 WIB
JL
DM
Penulis: Joko Laksono | Editor: DM
Gunung Merapi meluncurkan guguran lava 21 kali ke barat daya. Warga Boyolali diimbau waspada potensi bahaya awan panas dan guguran lava.
Gunung Merapi meluncurkan guguran lava 21 kali ke barat daya. Warga Boyolali diimbau waspada potensi bahaya awan panas dan guguran lava. (Istimewa)

Boyolali, Beritasatu.com - Gunung Merapi, yang terletak di perbatasan Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, Jawa Tengah, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. 

Pada Minggu (27/4/2025), Gunung Merapi tercatat meluncurkan guguran lava sebanyak 21 kali ke arah barat daya, tepatnya ke Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimal 1.900 meter.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan, Merapi juga meluncurkan guguran lava sebanyak dua kali pada Sabtu (26/4/2025).  

ADVERTISEMENT

Guguran pertama meluncur 17 kali dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter. Sementara itu, guguran kedua terjadi 39 kali dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter.

Potensi Bahaya dan Imbauan Warga

Gunung Merapi saat ini masih berada pada status Siaga Level 3. BPPTKG mengingatkan adanya potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas, terutama pada sektor selatan-barat daya.

Wilayah tersebut meliputi, Sungai Boyong (maksimal 5 kilometer/km), Sungai Bedog, Krasak, Bebeng (maksimal 7 km), sedangkan sektor tenggara meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km), dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).

Lontaran material vulkanik dari letusan eksplosif juga diprediksi dapat menjangkau radius 3 km dari puncak Merapi. Menurut data pemantauan, suplai magma masih berlangsung, yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di kawasan tersebut.

Oleh karena itu, warga yang tinggal di sekitar kawasan rawan bencana (KRB) 3, seperti Desa Klakah, Jrakah, dan Desa Tlogolele di Kecamatan Selo, Boyolali, diminta untuk selalu waspada.

Warga Diimbau Tidak Beraktivitas di Sungai Hulu Merapi

Kepala Pelaksana BPBD Boyolali Suratno mengimbau agar warga di KRB 3 berhati-hati terhadap potensi guguran lava yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Ia juga menegaskan agar warga di KRB 3 menghindari aktivitas di sungai yang berhulu di Gunung Merapi saat hujan lebat terjadi.

"Kami mengimbau kepada warga di KRB 3 untuk tidak melakukan aktivitas di sungai hulu Gunung Merapi saat hujan lebat, demi keselamatan bersama,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Vanda Tricolor, Anggrek Merapi yang Selamat dari Erupsi 2010

Vanda Tricolor, Anggrek Merapi yang Selamat dari Erupsi 2010

NUSANTARA
Kesiapsiagaan Kebencanaan Gunung Merapi

Kesiapsiagaan Kebencanaan Gunung Merapi

MULTIMEDIA
Gunung Merapi Erupsi Berulang, Warga Lereng Cangkringan Tetap Siaga

Gunung Merapi Erupsi Berulang, Warga Lereng Cangkringan Tetap Siaga

NUSANTARA
Gunung Merapi Berstatus Siaga, Petani di Boyolali Tak Gentar

Gunung Merapi Berstatus Siaga, Petani di Boyolali Tak Gentar

NUSANTARA
Gunung Merapi Muntahkan 13 Kali Guguran Lava Hari Ini

Gunung Merapi Muntahkan 13 Kali Guguran Lava Hari Ini

JAWA TENGAH
Gunung Merapi Luncurkan Guguran Awan Panas  2 Km, Status Siaga

Gunung Merapi Luncurkan Guguran Awan Panas 2 Km, Status Siaga

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon