Kasus Leptospirosis di Yogyakarta Melonjak, Warga Diminta Waspada
Selasa, 19 Agustus 2025 | 13:24 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com – Kasus leptospirosis di Kota Yogyakarta dilaporkan meningkat signifikan meski musim hujan telah berakhir. Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Bayu Satria Wiratama menilai penanganannya perlu dilakukan setara dengan kejadian luar biasa (KLB), meski status resmi KLB belum ditetapkan.
“Status KLB bukan hanya soal diumumkan atau tidak, yang penting Dinas Kesehatan sudah melakukan penanganan sebagaimana mestinya,” ujar Bayu, Selasa (19/8/2025).
Menurut Bayu, biasanya tren kenaikan kasus terjadi saat musim hujan atau pascabanjir akibat kontak dengan air tercemar bakteri leptospira. Namun tahun ini berbeda, lonjakan kasus justru muncul di musim kemarau.
adalah penyakit zoonosis yang ditularkan melalui kontak dengan air atau tanah terkontaminasi urin tikus. Bakteri bisa masuk lewat luka terbuka, bahkan luka kecil yang tak terlihat. Gejalanya kerap menyerupai demam berdarah atau chikungunya sehingga berpotensi terlambat terdiagnosis. “Kalau demam tidak turun dalam 1–2 hari, apalagi ada riwayat aktivitas di lingkungan berisiko, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” tegas Bayu.
Ia menduga kenaikan kasus di Yogyakarta berkaitan dengan persoalan sampah yang belum tertangani optimal. Penumpukan sampah bisa menjadi sumber makanan sekaligus tempat berkembang biak tikus pembawa bakteri. “Kasus bisa naik meski tidak ada hujan atau banjir, karena faktor lingkungan juga sangat berpengaruh,” jelasnya.
Bayu menekankan, pengendalian leptospirosis tidak bisa hanya mengandalkan sektor kesehatan. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pasar, hingga Dinas PUPR, serta partisipasi aktif masyarakat. Warga juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan benar, menutup makanan dan air minum, serta menggunakan alas kaki saat beraktivitas di luar ruangan, terutama di area lembap.
“Dengan pemahaman bahwa musim bukan lagi satu-satunya faktor risiko, penting bagi masyarakat untuk memperkuat langkah preventif secara konsisten sepanjang tahun,” pungkas Bayu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




