Trenggalek Siaga Bencana, Longsor dan Banjir Telan Korban Jiwa
Senin, 3 November 2025 | 03:10 WIB
Trenggalek, Beritasatu.com — Pemerintah Kabupaten Trenggalek resmi menetapkan status siaga bencana hidrometeorologi menyusul meningkatnya cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Timur beberapa waktu terakhir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek melaporkan rentetan kejadian banjir dan tanah longsor dalam sepekan terakhir, yang bahkan menimbulkan korban jiwa di sejumlah kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Triadi Atmono menyampaikan empat insiden bencana alam terjadi hanya dalam dua hari terakhir dan tersebar di tiga wilayah berbeda.
“Dua warga meninggal dunia dan dua lainnya masih kami cari setelah tertimbun material longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan,” ujar Triadi, Minggu (2/11/2025) dikutip dari Antara.
Menurutnya, curah hujan tinggi memicu tanah longsor di beberapa titik, termasuk di Desa Dawuhan dan Kecamatan Dongko, yang mengakibatkan sejumlah rumah terdampak serta jalur transportasi tertutup.
Sekitar 100 keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi aman hingga situasi dinilai stabil.
Di wilayah Kecamatan Trenggalek, luapan Sungai Brangkal memicu banjir yang merendam puluhan rumah di Desa Ngares dan Dawuhan. Total sebanyak 165 warga terdampak, meski tidak ada laporan korban jiwa dari insiden banjir tersebut.
“Alat berat sudah kami turunkan untuk menembus akses yang tertutup longsor, dan tim di lapangan juga terus membantu warga terdampak,” katanya.
Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan, BPBD meningkatkan koordinasi dengan kecamatan serta jaringan relawan di kawasan rawan seperti perbukitan dan bantaran sungai. Pemantauan dini juga terus digencarkan untuk meminimalkan kemungkinan jatuhnya korban tambahan.
“Kami mengimbau warga tetap waspada, terutama menghindari lereng curam atau sungai saat hujan intensitas tinggi,” tegas Triadi.
Sebelumnya, BMKG Juanda telah mengeluarkan peringatan cuaca mengenai potensi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah selatan Jawa Timur dalam sepekan ini. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, hingga angin puting beliung.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




