Ancaman Baru! Embung di Atas Longsor Banjarnegara Picu Bencana Susulan
Kamis, 20 November 2025 | 08:06 WIB
Banjarnegara, Beritasatu.com – Proses pencarian korban longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, kembali menghadapi tantangan baru dan risiko yang semakin tinggi. Tim SAR gabungan hari ini menggelar rapat koordinasi darurat setelah tim mitigasi dari Geologi UGM dan Kementerian PUPR menemukan sebuah embung (kantong air) besar tepat di atas lokasi longsor, yang berpotensi kuat memicu bencana susulan.
Temuan embung di Sektor B Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, membuat tim gabungan langsung mengambil langkah strategi baru dalam pola operasi pencarian. Prioritas utama kini tidak hanya mencari korban, tetapi juga melaksanakan upaya mitigasi demi keselamatan.
Embung Picu Pergerakan Tanah Baru
Dan Satgas Tim SAR Gabungan, yang juga menjabat sebagai Dandim 0704 Banjarnegara, Letkol CZI Teguh Prasetyanto, menjelaskan bahwa embung tersebut terbentuk dari kumpulan mata air dan berada tepat di atas area pencarian korban.
"Embung yang dimaksud terbentuk dari kumpulan mata air, berada tepat di atas area pencarian korban dan terindikasi menyebabkan pergerakan tanah baru," ujar Letkol Teguh.
Untuk menanggulangi ancaman tersebut, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna secepatnya melakukan upaya penyudetan air yang diarahkan ke sungai terdekat di lokasi area pencarian korban longsor. Tujuannya adalah mengurangi tekanan air lantaran hujan deras yang turun bisa menambah beban debit air di embung.
Penambahan Alat Berat dan Penutupan Akses
Untuk efektivitas operasi pencarian korban longsor berikutnya, tim SAR telah menambah jumlah alat berat. Dari semula enam unit, kini menjadi sembilan unit setelah Rabu sore masuk tiga alat berat baru. Tenaga operator juga bertambah agar mereka bisa bergantian beristirahat dan memaksimalkan waktu pencarian.
Selain itu, guna menjaga keselamatan warga dan kelancaran operasi, tim SAR gabungan juga akan menutup total akses kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, menuju lokasi longsor. Penutupan ini dilakukan karena masih banyak warga yang datang ke lokasi untuk mencari barang berharga, yang dikhawatirkan mengganggu proses pencarian dan menambah risiko korban baru.
Dengan kondisi cuaca yang tidak menentu dan temuan embung di atas tebing, tim SAR kini tidak hanya fokus pada pencarian korban, tetapi juga pada upaya mitigasi agar tidak terjadi longsor susulan.
Data Korban Terakhir
Hingga Rabu (19/11/2025) sore, total korban meninggal dunia yang ditemukan akibat tanah longsor Banjarnegara menjadi 3 orang. Dengan demikian, jumlah korban yang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian adalah 25 orang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




