Wamen Viva Yoga Kirim Transmigran Yogyakarta ke Poso dan Polman
Minggu, 14 Desember 2025 | 16:06 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri (Wamen) Transmigrasi Viva Yoga Mauladi melepas 15 kepala keluarga (KK) atau 51 jiwa transmigran asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menuju wilayah tujuan transmigrasi di Sulawesi.
Dari total transmigran tersebut, 12 KK diberangkatkan ke lokasi transmigrasi Torire, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Sementara tiga KK lainnya yang berasal dari Kabupaten Gunungkidul ditempatkan di Taramanu Jaya, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Viva Yoga Mauladi menjelaskan, para transmigran telah melalui proses seleksi dan pelatihan secara matang sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan.
“Hari ini di Yogyakarta, kami dari Kementerian Transmigrasi dan Disnakertrans DIY memberangkatkan 15 KK, terdiri dari 12 KK ke Torire, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dan tiga KK ke Polewali Mandar, Sulawesi Barat,” ujar Wakil Menteri Viva Yoga kepada wartawan, Minggu (14/12/2025).
Viva Yoga menegaskan, program transmigrasi saat ini tidak lagi sekadar memindahkan penduduk, melainkan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Tujuannya agar mereka bisa mengubah hidupnya menjadi lebih sejahtera dan memiliki kemampuan teknis untuk mengolah tanah sebagai sumber ekonomi,” katanya.
Ia menambahkan, peningkatan kesejahteraan akan berdampak pada perbaikan gizi dan kualitas sumber daya manusia.
“Ini bagian dari transformasi transmigrasi untuk melahirkan SDM unggul, cerdas, dan mampu memberi kontribusi bagi bangsa dan negara,” lanjutnya.
Pemerintah juga memberikan jaminan hidup bulanan selama satu tahun serta pendampingan hingga lima tahun bagi para transmigran.
“Kami akan terus memonitor dan bekerja sama dengan pemerintah daerah di Kabupaten Poso dan Polewali Mandar agar kehidupan mereka terpantau,” tambahnya.
Salah satu transmigran, Indra, asal Kota Yogyakarta, mengaku siap memulai kehidupan baru di Sulawesi bersama istri dan anaknya.
Indra berharap program transmigrasi ini dapat membawanya pada kehidupan yang lebih baik dan sejahtera.
“Sebelumnya ada pelatihan, saya daftar di balai pelatihan di Sleman. Saya ditempatkan di Poso, Sulawesi Tengah. Di sana dapat fasilitas rumah dan tanah dua hektar. Rencananya mau tanam kopi dan sayuran,” ungkapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




