Gelombang Tinggi di Pantura, Nelayan Rembang Setop Melaut
Selasa, 16 Desember 2025 | 09:36 WIB
Rembang, Beritasatu.com - Aktivitas ratusan nelayan tradisional di pesisir Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, lumpuh total akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi ekstrem. Para nelayan di Desa Tanjungsari, Kecamatan Rembang, memilih menyandarkan perahu kecil mereka demi keselamatan.
Ketinggian gelombang di perairan utara Jawa dilaporkan mencapai kondisi ekstrem. Di area pinggir pantai, ombak sudah mencapai 2 meter, sementara di tengah laut ketinggiannya dapat menembus 4 meter. Kondisi ini sangat berbahaya bagi perahu nelayan berkapasitas rata-rata 3 gross ton (GT).
Sarjoni, salah seorang nelayan, mengaku sudah empat hari tidak bisa melaut mencari rajungan maupun ikan. Akibatnya, ia dan rekan-rekannya kehilangan pendapatan harian.
"Sudah 4 hari tidak melaut, Mas. Ketinggian ombak kalau pinggiran sini 2 meter, kalau di tengah bisa 4 meter. Kalau kayak gini, ya, enggak ada penghasilan kami," ujar Sarjono.
Karmidi, nelayan lain, mengungkapkan situasi sulit yang dihadapi. Hilangnya pendapatan memaksa mereka mencari jalan pintas untuk memenuhi kebutuhan dapur, termasuk meminjam uang dari rentenir atau yang mereka sebut bank titil.
"Kalau biasanya jam segini kan sudah melaut. Ini karena ada ombak besar enggak melaut. Sehari-hari ya ini terpaksa pinjam bank titil (rentenir) itu, Mas," ungkap Karmidi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi gelombang tinggi di Laut Jawa masih akan berlangsung hingga satu pekan ke depan. Nelayan diimbau untuk tetap waspada dan tidak memaksakan diri melaut hingga cuaca kembali kondusif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




