Protes Jalan Rusak, Kades Ngepringan Mandi Lumpur
Selasa, 20 Januari 2026 | 17:55 WIB
Sragen, Beritasatu.com - Kepala Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Narso, melakukan aksi protes tak biasa dengan mandi lumpur di jalan rusak yang telah puluhan tahun tak tersentuh perbaikan. Aksi tersebut dilakukan di ruas jalan penghubung Mlale–Ngepringan, Selasa (20/1/2026).
Ulah sang kades bahkan sempat direkam kamera salah satu warga. Narso yang awalnya berangkat ke kantor dengan seragam cokelat, di tengah jalan mendadak berhenti. Dia berhenti di kubangan jalan berlumpur yang rusak parah.
Ruas jalan penghubung Mlale-Ngepringan ini kondisinya lebih mirip aliran sungai penuh lubang. "Sebenarnya tidak sengaja protes, tetapi tadi mau berangkat kerja malah kepeleset. Ya sudah, sekalian adus gebyur sisan (mandi sekalian). Tidak ada rencana, ini spontanitas," ujar Narso saat dikonfirmasi.
Dengan mengenakan pakaian dinas, Narso turun langsung ke kubangan lumpur di tengah jalan berlubang dan tergenang air. Aksi itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi jalan yang dinilai semakin parah dan menghambat aktivitas warga. Mereka yang melintas terpaksa melepas dahulu sepatu atau tas agar tak terciprat lumpur.
“Sudah 24 tahun jalan ini tidak pernah diperbaiki. Warga hanya ingin jalan yang layak, tidak minta yang muluk-muluk,” kata Narso saat dikonfirmasi.
Menurutnya, kerusakan jalan semakin parah sejak 2019. Saat musim hujan, lubang jalan berubah menjadi kubangan lumpur dengan kedalaman mencapai lutut orang dewasa. Kondisi tersebut kerap menyebabkan kendaraan mogok, tergelincir, bahkan truk terperosok.
“Kalau hujan seperti ini, warga kesulitan. Anak sekolah, orang sakit, semua terganggu. Banyak kendaraan rusak karena jalan ini,” ujarnya.
Narso mengungkapkan, pemerintah daerah sebelumnya sempat menjanjikan perbaikan jalan sepanjang 6 kilometer itu pada 2025. Namun hingga awal 2026, janji tersebut belum terealisasi.
“Kami hanya ingin diperhatikan. Kalau mau diaspal silakan, dicor juga tidak masalah, yang penting bisa dilewati dengan aman,” tegasnya.
Warga Desa Ngepringan berharap aksi tersebut dapat membuka perhatian pemerintah agar segera melakukan perbaikan, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama perekonomian dan pelayanan sosial masyarakat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




