ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sawah Masih Terendam, Petani di Kudus Terancam Gagal Panen Massal

Minggu, 25 Januari 2026 | 17:37 WIB
J
IC
Penulis: Jamaah | Editor: CAH
Lebih dari dua pekan, ribuan hektare lahan persawahan di empat kecamatan terendam air, membuat para petani terancam mengalami puso atau gagal panen massal.
Lebih dari dua pekan, ribuan hektare lahan persawahan di empat kecamatan terendam air, membuat para petani terancam mengalami puso atau gagal panen massal. (Beritasatu.com/Jamaah)

Kudus, Beritasatu.com - Bencana banjir yang melanda Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, sejak awal Januari lalu belum juga surut. Tak hanya merendam permukiman, banjir kini mengancam sektor pertanian. Lebih dari dua pekan, ribuan hektare lahan persawahan di empat kecamatan terendam air, membuat para petani terancam mengalami puso atau gagal panen massal.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, tercatat sekitar  2.873 hektare lahan sawah masih tergenang. Ketinggian air di areal persawahan ini bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai lebih dari satu meter.

Kondisi ini menjadi pukulan berat bagi petani. Tanaman padi yang terendam memiliki usia yang beragam, mulai dari benih yang baru ditanam hingga padi yang sudah berusia lebih dari 60 hari atau mendekati masa panen.

ADVERTISEMENT

Jasan, salah satu petani asal Desa Karangrowo, mengaku hanya bisa pasrah melihat sawahnya bak lautan. Ia menyebut kerugian yang diderita mencapai puluhan juta rupiah.

"Gagal panen, padahal tinggal kurang satu bulan lagi harusnya panen. Kalau kerugian ya banyak, satu kotak sawah itu mulai dari pupuk, obat, hingga tenaga kerja saja sudah habis sekitar Rp 3 juta. Itu baru satu kotak, sedangkan saya punya 10 kotak sawah di sini," keluh Jasan, Minggu (25/1/2026). 

Menanggapi kondisi darurat ini, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah. Untuk jangka pendek, pemerintah mengupayakan proses pompanisasi guna membuang genangan air di lahan pertanian yang sekiranya masih bisa diselamatkan. Sedangkan untuk jangka panjang, bupati merencanakan pembangunan embung di area rawan banjir tersebut.

"Para petani yang terdampak kami usulkan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan asuransi gagal panen dan bantuan benih. Ke depan, kami usulkan program jangka panjang agar di daerah ini dibangun embung sebagai solusi penampungan air," ujar Sam’ani.

Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus saat ini tengah bergerak cepat melakukan pendataan. Langkah utama yang diambil adalah pengajuan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk meringankan beban finansial petani.

Pemerintah Kabupaten Kudus berharap proses verifikasi dan bantuan dari pemerintah pusat dapat segera turun. Hal ini krusial agar para petani memiliki modal kembali untuk menanam padi setelah banjir benar-benar surut.
 

Keterangan foto : 

- Areal lahan pertanian terendam banjir di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

31 Rumah di Lubuklinggau Barat Banjir Akibat Luapan Sungai Mesat

31 Rumah di Lubuklinggau Barat Banjir Akibat Luapan Sungai Mesat

NUSANTARA
Banjir 1 Meter Terjang Samarinda, Ratusan Rumah Terdampak

Banjir 1 Meter Terjang Samarinda, Ratusan Rumah Terdampak

NUSANTARA
Drainase Buruk, Hujan 3 Jam Bikin Ratusan Rumah di Polman Kebanjiran

Drainase Buruk, Hujan 3 Jam Bikin Ratusan Rumah di Polman Kebanjiran

NUSANTARA
Banjir Rendam Kota Weda Halmahera Tengah, Pasien RSUD Turut Dievakuasi

Banjir Rendam Kota Weda Halmahera Tengah, Pasien RSUD Turut Dievakuasi

NUSANTARA
Hujan Kurang 2 Jam, Jalan Margonda Raya Depok Kebanjiran

Hujan Kurang 2 Jam, Jalan Margonda Raya Depok Kebanjiran

JAWA BARAT
Banjir di Pati Belum Surut, Aktivitas Warga Lumpuh Total

Banjir di Pati Belum Surut, Aktivitas Warga Lumpuh Total

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon