ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gempa M 4,5 Guncang Bantul, BMKG Pantau Aktivitas Susulan

Selasa, 27 Januari 2026 | 15:19 WIB
CN
SL
Penulis: Chandra Adi Nurwidya | Editor: LES
Ilustrasi gempa bumi
Ilustrasi gempa bumi (Freepik.com/Freepik)

Yogyakarta, Beritasatu.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 4,5 mengguncang wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan sekitarnya pada Selasa (27/1/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan aktivitas seismik ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan data resmi BMKG, gempa terjadi tepat pada pukul 13.15.32 WIB. Hasil analisis menunjukkan episenter gempa terletak pada koordinat 7,87 Lintang Selatan dan 110,49 Bujur Timur. Pusat getaran berada sekitar 16 kilometer arah timur Bantul dengan kedalaman dangkal mencapai 11 kilometer.

Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, menjelaskan bahwa gempa tersebut dipicu oleh pergerakan patahan aktif di wilayah setempat.

ADVERTISEMENT

“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (27/1/2026).

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas yang bervariasi. Di kawasan Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, Kota Yogyakarta, hingga Klaten, getaran dirasakan pada skala intensitas III MMI. Kondisi ini digambarkan seperti getaran nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk bermuatan berat yang melintas.

Sementara itu, wilayah yang lebih jauh seperti Wonogiri, Purworejo, Trenggalek, Solo, Pacitan, hingga Magelang, merasakan getaran pada skala II MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan menyebabkan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Hingga saat ini, BMKG menyatakan belum menerima laporan terkait kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa tersebut. “Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” tegas Ardhianto.

Meski demikian, BMKG terus memantau aktivitas tektonik susulan di sekitar Sesar Opak. Hingga pukul 13.45 WIB, tercatat telah terjadi 14 kali gempa susulan (aftershock) dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 2,0.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Pastikan untuk selalu merujuk pada informasi resmi dari kanal BMKG dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Bantul Dilanda Gempa M 2,8 Pagi Ini

Bantul Dilanda Gempa M 2,8 Pagi Ini

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon