Balon Raksasa Penuhi Langit Wonosobo, Wisatawan Padati Festival Mudik
Minggu, 29 Maret 2026 | 13:14 WIB
Wonosobo, Beritasatu.com - Langit Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dipenuhi puluhan balon udara raksasa berwarna-warni dalam puncak Festival Mudik 2026 yang berlangsung Minggu (29/3/2026). Sebanyak 44 balon udara diterbangkan secara serentak dan menjadi pusat perhatian ribuan warga serta wisatawan yang memadati Alun-alun Wonosobo sejak pagi buta.
Tradisi balon udara yang selalu hadir saat Lebaran kembali menjadi atraksi utama dan menghadirkan suasana semarak di kota berhawa sejuk tersebut. Berbagai balon dengan aneka corak menghiasi langit, mulai dari motif kartun, tokoh wayang, hingga unsur kesenian lokal.
Sejak dini hari, pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri mulai berdatangan untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan penerbangan balon udara.
Salah seorang wisatawan asal Belanda, Anne, mengaku kagum melihat ragam warna dan bentuk balon udara yang menurutnya berbeda dengan tradisi serupa di negaranya.
"Acara ini sangat spesial. Balon-balon di sini sangat indah dan berwarna-warni. Di negara saya tidak seperti ini," ujarnya.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menjelaskan penyelenggaraan festival tahun ini diperluas karena tingginya minat masyarakat dan wisatawan. "Tahun ini kita laksanakan di 23 lokasi, meningkat dari sebelumnya. Semua meriah, masyarakat terhibur dan ekonomi ikut tumbuh," kata Afif.
Ia menyebut kepadatan pengunjung sudah terlihat sejak pukul 02.00 WIB, terutama dari wisatawan luar kota yang ingin menikmati festival dari lokasi strategis.
Menurut Afif, dampak ekonomi dari Festival Mudik 2026 diperkirakan mencapai miliaran rupiah, meski angka finalnya masih dalam proses pendataan.
Balon udara yang diterbangkan dibuat dari kertas dengan tinggi sekitar 18 meter dan lebar 10 meter. Sebelum mengudara, bagian dalam balon diisi asap panas dari pembakaran tungku maupun gas agar dapat terangkat ke udara.
Untuk menjaga keamanan, seluruh balon ditambatkan menggunakan tali dengan batas ketinggian maksimal 150 meter sehingga tidak terbang bebas.
Direktur Utama AirNav Indonesia, Avirianto Suratno, kembali mengingatkan masyarakat agar tradisi balon udara tetap memperhatikan keselamatan penerbangan.
"Kita tetap mendukung pelestarian tradisi, tetapai aspek keselamatan penerbangan tidak boleh diabaikan. Balon yang lepas bisa berbahaya jika berada di ketinggian yang sama dengan pesawat," kata Avirianto.
Ia menambahkan, masih ditemukan balon udara yang terlepas tanpa kendali di sejumlah wilayah seperti Wonosobo, Kebumen, dan Pekalongan.
Oleh karena itu, AirNav Indonesia terus melakukan edukasi agar tradisi balon udara tetap berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu jalur penerbangan.
Festival balon udara di Wonosobo kini berkembang tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga menjadi ikon wisata tahunan yang terus menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




