ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Saksi Dengar Jeritan sebelum Istri dan Mertua Tewas di Kebumen

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:50 WIB
MY
BW
Penulis: Muharom Adi Yuliarta | Editor: BW
Polisi mendatangi tempat kejadian perkara kasus penganiayaan seorang pria terhadap sang istri dan mertua yang berujung kematian di Desa Jogomulyo, Kebumen, Jawa Tengah, Selasa 12 Mei 2026.
Polisi mendatangi tempat kejadian perkara kasus penganiayaan seorang pria terhadap sang istri dan mertua yang berujung kematian di Desa Jogomulyo, Kebumen, Jawa Tengah, Selasa 12 Mei 2026. (Beritasatu.com/Muharom Adi)

Kebumen, Beritasatu.com — Seorang warga bernama Suparni (52) mengaku sempat mendengar teriakan dari rumah korban sebelum peristiwa dugaan penganiayaan yang menewaskan istri dan mertua seorang pria berinisial SP (30) di Desa Jogomulyo, Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Selasa (12/5/2026) siang.

Suparni mengatakan saat kejadian ia sedang memberi makan kambing di samping rumah korban. Tiba-tiba ia mendengar suara jeritan minta tolong yang cukup keras, sehingga langsung meminta bantuan ketua RT untuk mengecek kondisi di lokasi.

Namun, ketika bantuan datang, suara jeritan sudah tidak terdengar lagi. Meski begitu, Suparni masih mendengar suara rintihan dari dalam rumah dan mencoba memastikan keadaan melalui celah pintu yang terbuka.

ADVERTISEMENT

"Saat itu saya lagi memberi makan kambing, kedengaran suara orang jerit-jerit. Setelah itu saya minta bantuan bu RT untuk menolong. Begitu didatangi, sudah tidak ada suara, cuma terdengar suara orang merintih," kata Suparni saat ditemui di rumah duka.

Ketika berusaha masuk, ia melihat kondisi di dalam rumah sudah sangat mengenaskan. Terduga pelaku SP yang merupakan suami korban berada di dalam kamar bersama istrinya EP (33) dan mertuanya PA (52) dalam keadaan bersimbah darah.

Suparni menyebut SP saat itu masih memegangi tubuh istrinya dan sempat meminta pertolongan kepadanya. Ia kemudian segera keluar rumah untuk mencari bantuan warga sekitar yang akhirnya datang mengevakuasi para korban.
"Posisi di kamar semua. Ibu mertuanya masih merintih di bawah. Istrinya sudah tidak bisa apa-apa dan lagi dipegangi sama suaminya. SP juga sempat minta saya buat menolong," ungkapnya.

Ia menambahkan, saat kejadian anggota keluarga lain tidak berada di rumah. Adik korban diketahui sedang menjemput anak korban dari sekolah.

Diketahui, SP baru dua hari kembali dari perantauan di Kalimantan sebelum peristiwa tersebut terjadi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon