ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Heboh Puluhan Sapi Mati Mendadak di Kediri, Petugas Lakukan Rapid Test PMK

Senin, 3 Juni 2024 | 20:49 WIB
AF
MF
Penulis: Anis Firmansah | Editor: DIN
Petugas DKPP Kediri melakukan rapid test dugaan PMK ke sapi milik warga Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin, 3 Juni 2024.
Petugas DKPP Kediri melakukan rapid test dugaan PMK ke sapi milik warga Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin, 3 Juni 2024. (Beritasatu.com/Anis Firmansah)

Kediri, Beritasatu.com - Warga di Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, heboh karena kasus sapi mati mendadak dalam sebulan terakhir. Kasus tersebut membuat warga sekitar resah.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, setidaknya ada sebanyak 21 ekor sapi di Desa Kaliboto yang mati mendadak. Kejadian tidak biasa itu terjadi sejak Mei 2024.

Atas hal tersebut, petugas DKPP Kabupaten Kediri melakukan rapid test dugaan penyakit menular di kandang sapi milik warga di Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Senin (3/6/2024).

ADVERTISEMENT

Salah satu pemilik sapi yang mengalami kematian mendadak adalah Bakhur. Ia mengungkap, kematian seekor sapinya yang sedang hamil delapan bulan itu mati mendadak tanpa ada gejala pada tanggal 4 Mei 2024, lalu. Ia dan keluarganya mengaku kaget atas kematian ternak peliharaanya tersebut.

"Tidak ada gejala apa-apa sebelumnya. Tiba-tiba malam hari jam 02.00 WIB, berteriak tiga kali. Saya keluar rumah, kenudian masuk lagi ke rumah ambil sandal dan ke kandang. Saat melepas tambang belum selesai, sapi sudah meninggal," kata Bakhur, Senin (3/6/2024).

Bakhur mengatakan, saat kematian hewan sapi tidak disertai dengan gejala-gejala penyakit menular seperti keluar air liur dan diare. Bersama warga sekitar, ia mengubur bangkai sapi ternaknya di belakang rumah. "Padahal jam 00.00 WIB diketahui masih sehat, setelah mati sapi dikubur di belakang rumah," jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menyebut kasus kematian puluhan ekor sapi tersebut awalnya tidak langsung dilaporkan kepada perangkat desa atau petugas sehingga menimbulkan keresahan warga. Rapid test dugaan penyakit mulut dan kuku (PMK) kepada sapi yang masih tersisa dilakukan tetapi hasilnya negatif.

"Masih ada satu ekor yang masih hidup kita ambil sampel tes cepat atas dugaan PMK. Alhamdulillah ini hasilnya sapi yang tersisa di Pak Bakhur negatif PMK," paparnya.

Ia berharap kepada para peternak lain agar segera melapor kepada petugas apabila ada sejumlah sapi mati mendadak. "Warga diharapkan segera melapor kalau ada hewan ternak sapi mati mendadak agar tidak menjadi keresahan masyarakat," pungkasnya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon