ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kurangi Sampah Plastik, Warga Kediri Kemas Daging Kurban Menggunakan Daun Jati dan Besek

Senin, 17 Juni 2024 | 19:50 WIB
AF
MF
Penulis: Anis Firmansah | Editor: DIN
Sejumlah warga di Kota Kediri, Jawa Timur, memilih menggunakan daun jati dan besek untuk membungkus potongan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat di daerah itu pada Iduladha 1445 Hijriah, Senin, 17 Juni 2024.
Sejumlah warga di Kota Kediri, Jawa Timur, memilih menggunakan daun jati dan besek untuk membungkus potongan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat di daerah itu pada Iduladha 1445 Hijriah, Senin, 17 Juni 2024. (Beritasatu.com/Anis Firmansah)

Kediri, Beritasatu.com - Sejumlah warga di Kota Kediri, Jawa Timur, memilih menggunakan daun jati dan besek untuk membungkus potongan daging kurban yang dibagikan kepada masyarakat di daerah itu pada Iduladha 1445 Hijriah, Senin (17/6/2024).

Panitia kurban Endang Pertiwi, mengatakan inisiatif pemanfaatan daun jati dan besek sebagai pembungkus daging kurban sudah berlangsung sejak lama. Pemanfaatan daun jati dan besek tersebut bertujuan untuk mengurangi penggunaan plastik.

Warga setempat juga meyakini bahwa daging kurban lebih awet apabila dibungkus menggunakan daun jati. "Kalau menggunakan kemasan kresek plastik, daging kurban sejak pagi sampai sore biasanya sudah berubah warna dan bau. Tetapi kalau pakai daun jati, sampai malam masih bisa bertahan tanpa dimasukkan kulkas," kata Endang, Senin (17/6/2024).

ADVERTISEMENT

Endang mengatakan, penggunaan kemasan daging kurban daun jati ini selaras dengan aturan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri yang menghindari plastik sekali pakai. Namun, jauh dari sebelum penetapan aturan tersebut, ia menyebut selalu menggunakan daun jati agar lebih awet.

Menurut dia, penggunaan kemasan berbahan daun jati ini sudah menjadi budaya warisan nenek moyang sejak dahulu. Ia berupaya melestarikan warisan pengemasan daging kurban dengan daun jati itu sejak 7 tahun terakhir. "Sekitar 7 tahunan kita sudah menggunakan daun jati. Yang sebelumnya hanya menggunakan besek saja kemudian kita pakai tambahan daun jati," tambahnya.

Endang menambahkan, pembagian daging hewan kurban ini dilakukan kepada warga sekitar dan sejumlah kawasan Gunung Wilis yang secara ekonominya menengah ke bawah.

"Hanya satu ekor sapi kurban tahun ini. Menjadi lebih dari 300 kemasan, alhamdulillah dagingnya banyak. Alhamdulillah bisa distribusikan lebih banyak daripada tahun kemarin," paparnya.

Sementara itu, Girah, warga setempat penerima daging kurban, mengaku senang menerima daging kurban, apalagi dengan kemasan daun jati sehingga tidak mudah membusuk. "Daripada kemasan plastik, lebih milih daun jati, karena tidak mudah busuk," pungkasnya. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon