ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Penghulu Kini Beri Nasihat ke Pengantin Baru tentang Bahayanya Judi Online

Selasa, 25 Juni 2024 | 21:16 WIB
GW
SL
Penulis: Gayuh Satria Wicaksono | Editor: LES
Penghulu Meki Hasan Tachtarudin saat memberi sosialisasi dampak judi online bagi kehidupan berumah tangga ke pengantin baru.
Penghulu Meki Hasan Tachtarudin saat memberi sosialisasi dampak judi online bagi kehidupan berumah tangga ke pengantin baru. (Beritasatu/Gayuh Satria Wicaksono)

Ponorogo, Beritasatu.com – Maraknya kasus judi online membuat pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi jumlah penggunanya. Kementerian Agama dilaporkan kini mewajibkan para penghulu untuk memberi sosialisasi bahaya judi online kepada pengantin baru.

Kebijakan tersebut dijalani Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Jawa Timur, Meki Hasan Tachtarudin. Dalam beberapa minggu terakhir, ia selalu memberi wejangan kepada para pengantin baru agar selalu menjauhi judi, terlebih judi online.

Selesai melakukan ijab kabul, jika biasanya Meki Hasan hanya memberi ceramah kehidupan rumah tangga, kini ia memberi gambaran betapa mengerikannya judi online bagi kehidupan berumah tangga.

ADVERTISEMENT

Meski prosesi ijab kabul menjadi lebih lama, Meki Hasan bersedia untuk meluangkan waktu dan mengatur sejumlah jadwal kembali karena adanya tambahan sosialisasi judi online ini. Hal ini menjadi penting, karena dampak buruk judi online sangat berpengaruh kepada keutuhan berumah tangga.

“Kini kami benar-benar mengedukasi kepada pasangan pengantin untuk benar-benar menjauhi judi online. Ini juga menjadi progam dari Kementerian Agama bahwa judi online ini benar-benar membahayakan, terutama bagi sendi-sendi rumah tangga,” kata Meki.

Menurutnya, bahaya judi online yang paling utama karena bisa mengganggu sendi-sendi ekonomi dalam berumah tangga. Pasalnya, ketika salah satu pasangan sudah kecanduan judi online, maka sejumlah uang yang sudah seharusnya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga justru terseret dan terbuang percuma untuk memuaskan kecanduan judi.

“Judi online itu selain melanggar hukum di dunia dan akhirat, itu juga sangat berbahaya bagi kelangsungan rumah tangga itu sendiri,” ungkap Meki.

Hal ini menuai tanggapan positif bagi pasangan pengantin baru. Menurut Meki, banyak mempelai wanita yang merasa senang dengan adanya sosialisasi tentang bahaya judi online ini. “Terutama pengantin perempuannya malah sangat senang dengan adanya sosialisasi dan edukasi kepada mereka, jadi menimbulkan rasa aman dan nyaman ke depannya,” imbuh Meki.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon