ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pembunuh Agen BRI Link di Gresik Jalani Rekonstruksi

Kamis, 4 Juli 2024 | 07:20 WIB
AB
BW
Penulis: Ahmad Rifqi Badruzzaman | Editor: BW
Tersangka kasus pembunuhan agen BRI Link, Asrofin menjalani proses rekonstruksi perampokan dan pembunuhan di Asrama Polisi (Aspol) Polres Gresik, Rabu 3 Juli 2024.
Tersangka kasus pembunuhan agen BRI Link, Asrofin menjalani proses rekonstruksi perampokan dan pembunuhan di Asrama Polisi (Aspol) Polres Gresik, Rabu 3 Juli 2024. (Beritasatu.com/Ahmad Rifqi Badruzzaman)

Gresik, Beritasatu.com – Tersangka kasus perampokan dan pembunuhan terhadap korban Wardatun Toyibah (28), seorang agen BRI Link di Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, menjalani rekonstruksi yang digelar penyidik Satreskrim Polres Gresik dan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Gresik.

Tersangka bernama Asrofin (40) memperagakan 27 adegan keterlibatannya dalam pembunuhan sadis tersebut. Pelaku merupakan satu dari tiga pelaku. Satu pelaku Sobikhul Alim tewas setelah menenggak sianida, sedangkan pelaku yang menjadi otak perampokan, yakni Ahmad Midhol hingga kini masih buron atau (DPO).

Penyidik Kejari Gresik AA Ngurah Wirajaya mengatakan, proses rekonstruksi digelar di sekitar Asrama Polisi (Aspol) Polres Gresik di Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas.

ADVERTISEMENT

“Rekonstruksi ini dalam rangka memenuhi berkas perkara agar bisa segera dilimpahkan ke persidangan,” ujarnya, Rabu (3/7/2024).

Berdasarkan rekonstruksi tersebut, tampak jelas keterlibatan tersangka Asforin dalam perampokan sadis di Desa Imaan, Kecamatan Dukun itu. Pelaku berperan memantau lokasi kejadian dengan berpura-pura menjadi pelanggan toko dan mencongkel pintu belakang rumah korban menggunakan linggis, hingga mengobrak-abrik toko milik korban.

Pelaku juga bertugas membuang barang bukti yang digunakan selama menjalankan aksi perampokan dan pembunuhan, di antaranya linggis, karung, tali, dan HP milik korban. Barang-barang tersebut dibuang di kawasan aliran Sungai Bengawan Solo, Kecamatan Dukun.

Setelah menjalankan aksinya, ketiga pelaku berkumpul di kamar Midhol. Salah satunya untuk merencanakan pelarian serta pembagian hasil perampokan sadis tersebut. Mereka berhasil menggondol uang sekitar Rp 160 juta dan satu buah HP milik korban.

Tersangka Asrofin mengaku hanya mengikuti perintah otak pelaku perampokan dan pembunuhan, yakni Midhol yang kini masih kabur atau berstatus DPO.

“Dari hasil kejahatan hanya mendapat bagian Rp 8 juta dan HP, itu pun diberi Midhol yang membagikanya,” ucapnya.

Uang jatah miliknya dari hasil kejahatan digunakan untuk membeli narkoba jenis sabu-sabu. Ketika ditanya keberadaan Midhol, dia mengaku tidak mengetahuinya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan melalui Kanit Pidum Satreskrim Polres Gresik Iptu Erik Panca mengungkapkan, pihaknya masih melakukan pengejaran dan memburu pelaku utama yang masih (DPO) yakni Midhol.

“Kami masih terus melakukan pencarian dan penyelidikan untuk menangkap Midhol,” ungkapnya.

Sebelumnya, aksi perampokan dan pembunuhan sadis terjadi di rumah Mahfud (42), warga Desa Imaan, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik. Para pelaku tidak hanya menggasak uang tunai Rp 160 juta dan HP yang berada di laci, tetapi juga membunuh istri korban yang merupakan agen BRI Link.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon