ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dramatis, Evakuasi Jasad Wanita dari Dalam Sumur di Tulungagung

Minggu, 21 Juli 2024 | 18:11 WIB
MM
BW
Penulis: Moh. Muajijin | Editor: BW
Warga Kelurahan Botoran, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dikejutkan dengan meninggalnya Alfiyah (57) yang mengambang di dalam sumur, Minggu 21 Juli 2024. Proses evakuasi wanita dari dalam sumur itu berlangsung dramatis.
Warga Kelurahan Botoran, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dikejutkan dengan meninggalnya Alfiyah (57) yang mengambang di dalam sumur, Minggu 21 Juli 2024. Proses evakuasi wanita dari dalam sumur itu berlangsung dramatis. (./Istimewa)

Tulungagung, Beritasatu.com - Warga Kelurahan Botoran, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, dikejutkan dengan meninggalnya Alfiyah (57) yang mengambang di dalam sumur, Minggu (21/7/2024). Proses evakuasi wanita dari dalam sumur itu berlangsung dramatis.

Korban meninggal dalam posisi tengkurap mengambang di dalam sumur, berkedalaman 6 meter dengan diameter sekitar 70 sentimeter. Pihak keluarga kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk mengevakuasi jenazah korban.

Proses evakuasi korban juga berlangsung dramatis. Petugas pemadam kebakaran harus memasang dan menggunakan katrol untuk menurunkan personel damkar masuk ke dalam sumur.

Setelah jenazah korban diikat, kemudian petugas menarik ke atas bersama-sama. Tidak berselang lama, jenazah korban berhasil diangkat dari dalam sumur.

ADVERTISEMENT

Kasi Evakuasi dan Penyelamatan Dinas Damkar Tulungagung Iwan Supriyono mengatakan, awalnya pihaknya menerima laporan ada seorang warga yang meninggal di dalam sumur. Pihaknya bersama tujuh personel kemudian ke lokasi, dan mengevakuasi jenazah korban dari dalam sumur.

"Setelah menerima laporan, kita langsung datang ke lokasi dan melakukan evakuasi jenazah korban. Alhamdulillah dalam evakuasi ini kami tidak mengalami kesulitan. Kedalaman sumur sendiri sekitar 6 meter dan masih ada airnya," kata Iwan Supriyono.

Seusai dievakuasi, jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan oleh petugas medis dan polisi.

Berdasar hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas medis dan tim Inafis Satreskrim Polres Tulungagung, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena depresi karena penyakit yang dideritanya.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon