ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Budi Daya Melon Hidroponik, Pemuda di Ponorogo Raup Ratusan Juta Rupiah

Sabtu, 24 Agustus 2024 | 11:45 WIB
GW
BW
Penulis: Gayuh Satria Wicaksono | Editor: BW
Pemuda di Ponorogo, Fiska Indra memperlihatkan melon hidroponik hasil budidaya di dalam greenhouse.
Pemuda di Ponorogo, Fiska Indra memperlihatkan melon hidroponik hasil budidaya di dalam greenhouse. (Beritasatu.com/Gayuh Satria Wicaksono)

Ponorogo, Beritasatu.com – Cara jitu dilakukan oleh Fiska Indra Pratama (28). Pemuda asal Desa Muneng, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo ini sukses budi daya melon dengan cara hidroponik di dalam greenhouse. Omzet dalam satu tahun mencapai Rp 100 juta.

Menariknya, di greenhouse seluas 600 meter persegi yang mampu menampung 1.600 polibag ini ada berbagai jenis melon dari berbagai negara. Ada melon jenis inthanon atau golden emerald (Belanda), sweet humi (Tiongkok), fujisawa (Jepang), sweet net (Thailand), dan musk melon (Jepang).

Meski harus jatuh bangun pada awal membuat greenhouse dan menanam melon dengan cara hidroponik, kini ia sudah mulai mengetahui cara budi daya melon yang baik. Pasalnya pemuda lulusan ITS Surabaya ini hanya bermodal nekat dan belajar bertani dari YouTube dan hobi berkebun.

“Saya memilih greenhouse dan hidroponik ini karena efisiensi lahan, karena dengan kedua cara ini dengan lahan yang terbatas, tetapi populasi bisa maksimal,” kata Indra, sapaan akrabnya.

ADVERTISEMENT

Ia pun membandingkan cara bertani konvensional di sawah dengan di dalam greenhouse. Hasilnya, bisa 20 kali lipat lebih menguntungkan di dalam greenhouse. Selain tanaman lebih minim penggunaan pestisida, menanam di dalam greenhouse dapat dilakukan di segala musim.

Dalam satu tahun ia bisa menanam hingga empat kali musim panen. Hal ini berbeda jika penanaman dilakukan di sawah yang hanya bisa dua kali panen melon dalam satu tahun. Media tanam juga dapat disesuaikan sesuai keinginan untuk memaksimalkan tanaman.

Nutrisi pupuk juga lebih maksimal karena proses pemupukan dilakukan langsung menggunakan sistem hidroponik dengan media tanam dari cocopeat atau serbuk serabut kelapa. Dengan media tanam seperti ini sangat baik untuk pertumbuhan tanaman dan juga dapat menyimpan air lebih baik daripada tanah.

“Untuk omzet per 1.000 tanaman, dalam sekali panen bisa sampai Rp 30 juta, dengan keuntungan bisa sampai Rp 21 juta untuk sekali tanam,” ungkap Indra.

Indra kini membuka greenhouse miliknya untuk berbagai kegiatan, seperti wisata edukasi dan pelatihan. Bahkan ketika musim panen melon seperti sekarang ini, ia mempersilakan siapa saja untuk langsung membeli melon di kebunnya.

“Tergantung jenisnya, harga mulai Rp 25.000 hingga Rp 50.000 per kilo,” imbuh Indra.

Salah satu pengunjung, Citra Puspita Rahayu Putri, menuturkan, melon yang ada di greenhouse ini rasanya lebih renyah jika dibandingkan dengan melon yang ada di pasaran. Selain itu, rasa manis melon juga tidak terlalu menusuk sehingga lebih nyaman di tenggorokan.

“Lumayan sering beli di sini, kalau di pasaran kan biasanya melon dibuat manis, kalau di sini lebih alami, lebih sehat,” tutur Citra.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon