Banjir Bandang Rusak Tambak, Petani Kediri Alihkan Usaha ke Sawah
Sabtu, 1 Maret 2025 | 16:17 WIB
Kediri, Beritasatu.com – Petani di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, terpaksa mengubah tambak ikan menjadi sawah akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Jumat (28/2/2025). Kerusakan yang parah membuat tambak tidak lagi layak untuk budi daya ikan.
Salah satu petani yang terdampak, Muhammad Ahsar Farizen, warga Desa Pranggang, Kecamatan Plosoklaten, mengalami kerugian besar akibat bencana ini. Tambak ikan seluas 100 meter persegi miliknya hancur total.
"Kolam rusak parah, rata dengan tanah. Jika ingin mengembalikan fungsi sebagai tambak, biayanya terlalu besar. Jadi, saya terpaksa mengalihkannya ke tanaman jagung atau sayuran," ujar Farizen kepada Beritasatu.com, Sabtu (1/3/2025).
Baca Juga: Hujan Jakarta Reda, Waspada Banjir Kiriman dari Bogor
Farizen menjelaskan, tambak ikan memerlukan kedalaman tanah tertentu, sementara banjir telah membuat tanahnya menjadi rata. Untuk menggali kembali, ia harus menggunakan alat berat yang biayanya sangat tinggi.
"Saya belum punya modal cukup untuk memperbaiki tambak agar bisa digunakan lagi untuk budi daya ikan koi," jelasnya.
"Jadi, untuk sementara, saya alihfungsikan menjadi sawah guna mencari modal."
Ini bukan kali pertama tambaknya diterjang banjir. Sebelumnya, pada 29 Januari 2025, banjir menyebabkan kerugian sekitar Rp 50 juta. Kemudian, pada 28 Februari 2025, banjir kembali menghancurkan tambaknya dengan kerugian sekitar Rp 20 juta.
Padahal, menurut Farizen, budi daya ikan koi lebih menguntungkan dengan omzet bulanan mencapai Rp 20 juta. Namun, bencana banjir menjadi kendala besar bagi usahanya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno, mengungkapkan, selain Desa Pranggang, banjir juga menerjang Desa Punjul, Kecamatan Plosoklaten.
"Banjir menggenangi sekitar lima hektare sawah dan merusak 30 tambak warga di RT/RW 003/001," ujarnya.
Selain itu, banjir juga merendam dua warung dan satu rumah makan dengan ketinggian air mencapai 20 sentimeter. Jalan penghubung antara Desa Punjul dan Pranggang sempat tertutup material banjir.
"Di Desa Punjul, satu rumah warga terdampak dengan ketinggian lumpur mencapai 10 sentimeter," tambahnya.
Saat ini, kondisi banjir di Kediri sudah mulai surut, dan jalan desa yang sebelumnya tertutup sudah bisa dilalui kembali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




