Arus Balik Mulai Padat, 15.629 Kendaraan Tinggalkan Malang H+5 Lebaran
Senin, 7 April 2025 | 01:10 WIB
Malang, Beritasatu.com - Arus balik Lebaran 2025 mulai terasa di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pada H+5 Lebaran atau Minggu (6/4/2025), tercatat sebanyak 15.629 kendaraan meninggalkan Malang melalui tiga gerbang tol utama.
Berdasarkan data dari Pos Pelayanan (Posyan) Karanglo, kendaraan yang keluar melalui Gerbang Tol (GT) Singosari, Pakis, dan Lawang cukup mendominasi. Sementara itu, tercatat juga 16.786 kendaraan masuk ke wilayah Malang Raya pada hari yang sama.
GT Singosari Ramai Lancar, Tujuan Utama Kota Batu
Pantauan di lapangan menunjukkan arus lalu lintas di GT Singosari dalam kondisi ramai lancar. Sebagian besar kendaraan yang keluar mengarah ke Kota Batu, bukan ke Kota Malang.
“Hari ini arus lalu lintas mengalami peningkatan dibandingkan kemarin. Sekitar pukul 10.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB itu memang puncaknya,” ujar Kanit Kamsel Satlantas Polres Malang Ipda Umar Kiswoyo, Minggu (6/4/2025) terkait arus balik Lebaran 2025.
Umar menjelaskan, dominasi arus kendaraan dari pagi hingga siang memang mengarah ke Kota Batu. Hal ini dipicu banyaknya wisatawan yang menyempatkan waktu singkat sebelum kembali dari liburan Lebaran.
Prediksi: Arus Balik Meningkat pada Malam Hari
Kepolisian memprediksi jumlah kendaraan akan kembali meningkat pada malam hari, seiring banyak pemudik yang memilih perjalanan balik di luar jam sibuk siang hari. "Kemungkinan malam meningkat lagi karena arus balik biasanya malam," tambah Umar.
Situasi saat ini masih terkendali dan belum menunjukkan kepadatan ekstrem. Aparat gabungan tetap bersiaga di sejumlah lokasi rawan kepadatan, terutama di sekitar GT Singosari dan jalur penghubung Kota Batu-Malang saat arus balik Lebaran 2025.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




