Kasus Pelecehan di Malang, Korban Sebut Dokter Foto Bagian Sensitif
Sabtu, 19 April 2025 | 16:01 WIB
Malang, Beritasatu.com – Korban yang merupakan pasien menjadi korban pelecehan dokter berinisial Y di Persada Hospital mengaku, dokter tersebut diduga sempat mengambil foto di bagian sensitif pada dadanya.
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota, Jawa Timur, mendalami laporan dugaan pelecehan seksual terhadap pasien di Persada Hospital oleh seorang dokter berinisial Y.
Korban berinisial QAR (32) melaporkan kasus ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota, Jumat (18/4/2025) sore.
Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Yudi Risdianto membenarkan adanya laporan tersebut dan memastikan proses penyelidikan sedang berlangsung.
“Ya, benar. Laporan kami terima kemarin pukul 17.00 WIB,” ujar Ipda Yudi Risdianto kepada wartawan di Mapolresta Malang Kota, Sabtu (19/4/2025).
Menurut Yudi, pihak kepolisian telah melakukan pemeriksaan awal terhadap korban dan akan segera memanggil sejumlah saksi serta mencari alat bukti tambahan untuk memperkuat dugaan adanya tindak pidana pelecehan.
“Unit PPA telah melakukan pendalaman intensif. Tahap berikutnya adalah memanggil saksi-saksi dan mencari barang bukti yang mendukung laporan korban,” tambahnya.
Ipda Yudi menyatakan kepolisian siap memberikan pendampingan psikologis kepada korban jika dibutuhkan, terutama apabila korban mengalami trauma atas insiden tersebut.
“Kami akan memberikan pendampingan psikis apabila korban mengalami trauma,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban pelecehan oleh oknum tenaga kesehatan untuk segera melapor ke pihak berwajib.
Kronologi Dugaan Pelecehan di IGD Persada Hospital
Kasus ini terungkap setelah QAR, seorang konten kreator dengan akun Instagram @qorryauliarachmah, membagikan pengalaman tidak menyenangkan saat menjalani pemeriksaan di IGD Persada Hospital. Saat itu, ia datang untuk memeriksakan diri karena mengalami sinusitis dan vertigo berat.
Dalam unggahannya, QAR menuturkan bahwa dokter Y sempat meminta nomor ponsel dengan alasan untuk mengirim hasil rontgen melalui WhatsApp (WA). Namun, belakangan diketahui bahwa hasil tersebut dikirim dari nomor pribadi dokter, bukan dari pihak rumah sakit.
Setelah pemeriksaan, QAR merasa dokter Y mulai menghubunginya secara pribadi melalui WhatsApp, meskipun pesannya tidak dibalas.
“Pesannya sudah mengarah ke hal pribadi, padahal saya tidak pernah merespons,” ungkapnya.
Lebih lanjut, QAR menceritakan, dokter Y meminta dirinya membuka baju pasien model kimono dengan dalih pemeriksaan menggunakan stetoskop. Namun, QAR merasa pemeriksaan tersebut berlangsung tidak wajar dan terlalu lama.
“Dia tiba-tiba bilang ‘buka bajunya’, lalu menarik tali baju saya dan memeriksa bagian dada terlalu lama,” jelasnya.
QAR juga menduga dokter tersebut diam-diam mengambil foto atau video bagian sensitif tubuhnya menggunakan ponsel.
“Saat saya risih dan mulai menutup baju, dia buru-buru mengeluarkan ponsel. Saat saya tanya, dia bilang sedang membalas pesan WhatsApp, tetapi saya yakin dia sedang merekam. Akhirnya saya tutup paksa baju saya,” tutup korban QAR yang diduga menjadi korban pelecehan oleh seorang dokter di Malang Kota.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




