Persada Hospital Sayangkan Korban Pelecehan Dokter Komplain via Medsos
Sabtu, 19 April 2025 | 19:22 WIB
Malang, Beritasatu.com - Manajemen Persada Hospital menyayangkan sikap pasien wanita berinisial QRA (32) yang membeberkan tindakan dugaan pelecehan seksual oleh oknum dokter di rumah sakit swasta Kota Malang itu melalui media sosial.
Ketua Subkomite Etik dan Disiplin Persada Hospital Galih Indradita mengatakan semestinya pasien yang tidak puas dengan pelayanan menyampaikan keluhan secara resmi melalui surat tertulis atau kanal pengaduan resmi rumah sakit.
Galih membenarkan kasus dugaan pelecehan seksual tersebut memang terjadi pada 2022. Persada Hospital sudah menonaktifkan dokter terduga pelaku.
Korban yang diketahui merupakan konten kreator asal Jawa Barat itu menyampaikan keluhannya melalui media sosial yang kemudian viral dan menjadi perbincangan publik.
Menurut Galih, setiap pasien yang pulang dari perawatan di Persada Hospital biasanya ditanyai mengenai kepuasan layanan. Namun, dalam kasus ini, tidak ditemukan adanya keluhan dari QRA.
“Kalau di sini, pasien kalau pulang itu kami selalu menanyakan bagaimana kepuasan layanan rumah sakit. Nah itu tidak muncul sama sekali,” kata Galih, Sabtu (19/4/2025).
Keterlambatan laporan tersebut juga menyulitkan pihak rumah sakit untuk menelusuri data dan bukti yang dibutuhkan terkait dugaan pelecehan seksual dokter. Informasi baru diketahui setelah tiga tahun berlalu, dan itu pun setelah adanya pemberitaan dari media.
“Tahunnya itu setelah diinformasikan oleh teman-teman media, sehingga kita mendapati informasi menjadi terbatas,” bebernya.
Galih mengimbau seluruh pasien untuk tidak ragu melaporkan apabila mengalami atau mengetahui kejadian yang tidak menyenangkan selama menerima pelayanan medis di Persada Hospital.
“Kami sangat mengharapkan apabila ada komplain atau tidak nyaman selama pelayanan itu langsung disampaikan, karena kepuasan kepada rumah sakit itu menjadi indikator nasional mutu rumah sakit se-Indonesia, jadi itu selalu dipantau oleh Kementerian Kesehatan,” harapnya.
Diketahui, kasus dugaan pelecehan seksual oleh seorang oknum dokter di Persada Hospital mencuat setelah korban QRA membuat pengakuan melalui akun Instagram @qorryauliarachmah pada 16 April 2025.
Dalam pengakuannya yang sempat viral, QRA mengatakan mulanya datang ke Persada Hospital karena mengalami sinusitis dan vertigo, kemudian menjalani pemeriksaan. Diduga saat itulah terjadi pelecehan oleh dokter.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




