Akhirnya! 1.600 Warga Singosari Malang Tak Lagi Krisis Air Bersih
Selasa, 13 Mei 2025 | 16:36 WIB
Malang, Beritasatu.com - Setelah bertahun-tahun hidup dalam krisis air bersih, terutama saat musim kemarau, sebanyak 1.600 warga di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang kini akhirnya terbebas dari kekeringan.
Mereka mendapatkan pasokan air bersih berkat pembangunan Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim).
Proyek ini diresmikan langsung Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, pada Selasa (13/5/2025). Peresmian itu sebagai respons atas permintaan masyarakat yang kerap menghadapi krisis air saat kemarau.
“Pembangunan SPAM ini merupakan respons atas permintaan masyarakat. Ground breaking-nya dilakukan pada 27 Januari 2023 setelah dilakukan asesmen oleh Dinas Cipta Karya,” ujar Khofifah.
Mulai Berfungsi Sejak Februari 2025
Sejak Februari 2025, warga sudah dapat menikmati air bersih yang mengalir dari sistem perpipaan yang terkoneksi dengan sumber air lokal. SPAM Singosari dibangun dengan anggaran sebesar Rp 11,2 miliar dari dana hibah Pemprov Jatim dan rencananya akan dikelola oleh Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam) setempat.
“Harga airnya juga lebih terjangkau. Pengelolaan oleh Hippam akan membuat biaya air turun drastis,” tambah Khofifah terkait warga Singosari mengalami krisis air bersih.
Sebelumnya, warga Dusun Sumbul harus membayar mahal untuk memenuhi kebutuhan air. Dalam kondisi ekstrem, satu meter kubik air bisa mencapai Rp 50.000, dengan total pengeluaran hingga Rp 1 juta per bulan per keluarga.
Dengan SPAM ini, harga diperkirakan akan turun menjadi hanya Rp 1.000 per meter kubik.
Air Bersih untuk Rumah dan Fasilitas Umum
Tak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, air bersih dari SPAM Singosari juga dialirkan ke berbagai fasilitas umum, antara lain ke 10 sekolah, dua masjid, tujuh musala, dan beberapa pondok pesantren (ponpes).
Salah satu warga, Ahmad Pardi, mengaku sangat terbantu. Ia menyampaikan wilayah tempat tinggalnya selalu langganan kekeringan tiap tahun. Namun kini, pasokan air bersih datang rutin dan biaya jauh lebih murah.
“Sudah tiga mingguan ini air enggak pernah telat. Dahulu kami harus beli mahal tiap bulan. Sekarang lebih mudah dan murah,” kata Pardi salah satu warga Singosari yang mengalami krisis air bersih.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




