100 Hari Kerja, Wali Kota Kediri Luncurkan Belasan Program
Selasa, 27 Mei 2025 | 20:18 WIB
Kediri, Beritasatu.com - Menjelang 100 hari masa kepemimpinannya, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Wakil Wali Kota Qowimuddin Thoha resmi meluncurkan belasan program unggulan sebagai implementasi dari visi pembangunan “Sapta Cita”.
Peluncuran program dilakukan dalam seremoni di halaman Balai Kota Kediri, Selasa (27/5/2025), yang dihadiri oleh pimpinan daerah dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Vinanda yang akrab disapa Mbak Wali menyebut peluncuran program ini sebagai momen penting dari rangkaian pencapaian 100 hari kerja.
“Capaian 100 hari kerja ini bukanlah akhir, tetapi justru menjadi awal dari perjalanan panjang yang perlu kita jaga keberlanjutannya,” ujar wali kota Kediri dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antarpihak dalam mewujudkan program-program prioritas demi kemajuan Kota Kediri.
Salah satu program unggulan yang diperkenalkan adalah “Lapor Mbak Wali 112”, layanan pengaduan cepat tanggap yang memudahkan masyarakat menyampaikan keluhan secara langsung dan efektif.
Tak hanya itu, Pemkot juga mulai mendistribusikan Mobil Masyarakat (Mobmas) sebagai kendaraan operasional ke beberapa kelurahan, seperti Bawang, Ngronggo, dan Bandar Kidul. Distribusi Mobmas akan dilakukan bertahap hingga menjangkau seluruh kelurahan di Kota Kediri.
Pemkot Kediri juga meluncurkan ATM Beras Mapan, sebuah inisiatif bantuan pangan untuk keluarga miskin ekstrem. Sebanyak 80 keluarga telah menerima kartu ATM untuk mengakses bantuan tersebut. Program ini turut didukung oleh Bank Jatim melalui penyerahan green house sebagai bagian dari program CSR di wilayah Banjarmlati, Banaran, dan Jamsaren.
Inovasi di bidang pelayanan publik dilakukan melalui peluncuran Adminduk All In, layanan administrasi kependudukan yang kini bisa diakses langsung di kantor kelurahan dan kecamatan. Untuk penguatan ekonomi rakyat, pemkot mendirikan Koperasi Kelurahan Merah Putih, selaras dengan kebijakan nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Program Kumapan (Kredit Usaha Masyarakat Profesional, Aman, dan Nyaman) turut diluncurkan sebagai solusi dana bergulir bagi pelaku UMKM di Kota Kediri. Pemerintah juga memperluas akses pendidikan melalui pemberian beasiswa S1, S2, dan S3, termasuk kerja sama dengan Universitas Terbuka.
Pemerintah Kota Kediri telah menaikkan insentif untuk berbagai kelompok masyarakat, seperti pendidik dan tenaga kependidikan non-ASN, kader kesehatan, tim reaksi cepat (TRC), pendamping orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), serta ketua RT dan RW. Kenaikan insentif ini mulai berlaku sejak April 2025.
Selain itu, kerja sama antara pelaku UMKM dan toko modern diperkuat melalui program Prima (Produk Kota Kediri Mapan). Pemkot juga menjalin perjanjian kerja sama pelayanan kesehatan dengan RS Bhayangkara untuk pelayanan yang belum tercakup dalam JKN.
Dalam kesempatan tersebut, wali kota Kediri turut memperkenalkan baju khas Kediri dengan motif tenun ikat tirto dan ceplok sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya. Busana khas ini menjadi elemen dari program D’Cito (Kediri City Tourism), yang masuk dalam tujuh cita pembangunan Kota Kediri.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




