ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tolak Provokasi, Wali Kota Malang Ajak Warga Jaga Keamanan

Jumat, 5 September 2025 | 02:14 WIB
PS
IC
Penulis: Putu Ayu Pratama Sugiyo | Editor: CAH
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Forkopimda dan elemen masyarakat mendeklarasikan Sinergi Ngalam Mbois Guyub Damai di halaman Balai Kota Malang, pada Kamis 4 September 2025.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Forkopimda dan elemen masyarakat mendeklarasikan Sinergi Ngalam Mbois Guyub Damai di halaman Balai Kota Malang, pada Kamis 4 September 2025. (Beritasatu.com/Putu Ayu Pratama Sugiyo)

Malang, Beritasatu.com - Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Forkopimda dan elemen masyarakat mendeklarasikan Sinergi Ngalam Mbois Guyub Damai di halaman Balai Kota Malang, pada Kamis (4/9/2025). Kegiatan ini abertujuan untuk menjaga kondusifitas di tengah berkembangnya isu nasional yang berpotensi memecah belah persatuan.

“Ini deklarasi dari elemen masyarakat. Ada tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, sampai RT dan RW. Kita duduk bersama untuk menjaga kekompakan,” ujar Wahyu, Kamis (4/9/2025).

Wahyu menyebut, pertemuan itu merupakan bentuk kesadaran warga Malang yang ingin menjaga daerahnya tetap aman dan kondusif. Ia menegaskan tidak ada unsur paksaan dalam deklarasi tersebut, melainkan murni keinginan warga untuk menjaga keamanan Kota Malang dari potensi gangguan.

ADVERTISEMENT

“Dengan adanya kesadaran dari masyarakat yang ingin menjaga Kota Malang, mereka berkeinginan pada saya ingin mengumpulkan dan menyampaikan bahwa mereka siap menjaga Kota Malang,” jelasnya.

Wahyu menyoroti pentingnya menjaga keutuhan dan keamanan kota, apalagi dengan adanya demonstran dan isu-isu provokatif yang beredar di berbagai daerah. 

“Kota Malang yang selama ini sudah aman, nyaman, tentram, dan kondusif, tapi terusik dengan provokasi-provokasi dan isu-isu yang tidak jelas. Maka dari itu, kita ingin menjaga agar persatuan ini tidak terpecah,” tambahnya.

Ia pun menekankan penyampaian pendapat di ruang publik tetap diperbolehkan, tetapi harus dilakukan secara tertib dan tidak melanggar hukum serta aturan yang ada.

“Penyampaian pendapat silakan, tetapi dengan cara yang baik dan benar. Tidak ada anarkis. Kalau ada anarkis, nanti mereka sendiri (warga) yang akan menghadapi,” tegasnya.

Sebagai bentuk langkah konkret, Pemkot Malang juga kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) untuk memperkuat rasa kebersamaan dan menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.

“Kita ingin mengaktifkan kembali siskamling untuk membangun kembali keguyuban yang selama ini sudah terjalin. Mungkin dengan kejadian ini, bisa menyatukan kembali warga Kota Malang agar lebih baik,” ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

12 Wisata Pantai Eksotis di Malang, Spot Unik Buat Libur Lebaran 2026

12 Wisata Pantai Eksotis di Malang, Spot Unik Buat Libur Lebaran 2026

LIFESTYLE
Kandang Ayam Ambruk di Malang, 2 Orang Tewas dan 3 Luka-luka

Kandang Ayam Ambruk di Malang, 2 Orang Tewas dan 3 Luka-luka

JAWA TIMUR
Polisi Tangkap Pelaku Pembunuh Wanita 17 Tahun di Sungai Kedung Winong

Polisi Tangkap Pelaku Pembunuh Wanita 17 Tahun di Sungai Kedung Winong

JAWA TIMUR
Mayat di Sungai Kedung Winong Perempuan Berusia 17 Tahun Asal Nganjuk

Mayat di Sungai Kedung Winong Perempuan Berusia 17 Tahun Asal Nganjuk

JAWA TIMUR
Kementan Mulai Hilirisasi Ayam Terintegrasi Fase I di Malang

Kementan Mulai Hilirisasi Ayam Terintegrasi Fase I di Malang

JAWA TIMUR
Khofifah: Mujahadah Kubro Momentum Rawat Jejak Kontribusi NU

Khofifah: Mujahadah Kubro Momentum Rawat Jejak Kontribusi NU

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon