Khofifah Pantau Evakuasi Korban Runtuhnya Musala Ponpes Al-Khoziny
Selasa, 30 September 2025 | 08:41 WIB
Sidoarjo, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan dirinya terus memantau ketat proses evakuasi korban runtuhnya tragedi runtuhnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim). Meski dirinya sedang bertugas di Palembang.
Sejak menerima laporan, Khofifah langsung berkoordinasi dengan wakil Gubernur, sekda, kepala Dinas Sosial, serta sejumlah pejabat terkait. Ia memastikan seluruh unsur pemerintah provinsi bergerak cepat bersama tim gabungan dari Basarnas, Pemkab Sidoarjo, TNI-Polri, dan relawan.
Alat berat disiagakan di lokasi, namun penggunaannya ditunda karena berisiko membahayakan korban yang masih berada di bawah reruntuhan.
"Kini proses evakuasi sementara dilakukan secara manual dengan teknik penyelamatan yang lebih aman," ujarnya, Selasa (30/9/2025).
Khofifah menegaskan, tragedi ini menjadi pelajaran penting untuk perbaikan ke depan. “Kita ingin memastikan para santri dan peserta didik dapat menimba ilmu di lingkungan yang benar-benar aman,” pungkasnya.
Proses evakuasi korban runtuhnya gedung musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, terus dilakukan oleh tim SAR gabungan pada Senin (29/9/2025) malam.
Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak menegaskan seluruh personel yang terlibat sudah bekerja maksimal dari berbagai arah, kecuali jalur belakang ponpes yang dinilai tidak menunjukkan tanda-tanda adanya korban.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




