Surabaya Darurat LGBT, Muhammadiyah Minta Ditangani secara Komprehensif
Sabtu, 25 Oktober 2025 | 11:30 WIB
Surabaya, Beritasatu.com - Polrestabes Surabaya membongkar sebuah pesta yang melibatkan 34 pria dari berbagai latar belakang profesi di sebuah hotel mewah. Peristiwa ini memicu isu Surabaya darurat LGBT.
Menanggapi hal ini, Ketua LDK PP Muhammadiyah Muchamad Arifin menekankan, perhatian terhadap perilaku menyimpang seksual tidak boleh terfokus hanya pada komunitas LGBT. Bentuk penyimpangan lain, seperti pelecehan seksual terhadap anak, sodomi, dan kekerasan seksual, juga perlu menjadi perhatian serius karena mengancam moralitas, psikologis, dan masa depan generasi muda.
Ia menyatakan, perilaku penyimpangan seksual yang dilakukan terus-menerus dapat mengakibatkan kerusakan orientasi kejiwaan, gangguan identitas diri, dan penurunan sensitivitas moral, baik pada pelaku maupun lingkungan sosialnya.
Anak-anak dan remaja yang terpapar lingkungan permisif terhadap perilaku semacam itu, menurutnya, berisiko mengalami kebingungan identitas (gender confusion) yang dapat berdampak jangka panjang pada kesehatan mental dan spiritual.
"Dari perspektif agama, Islam telah menegaskan larangan keras terhadap perilaku homoseksual. Perilaku homoseksual bukan hanya melanggar norma agama, tetapi juga bertentangan dengan fitrah kemanusiaan," ungkap Muchamad Arifin saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Jumat (24/10/2024).
Arifin menambahkan, LDK PP Muhammadiyah menyerukan agar penanganan kasus-kasus semacam ini dilakukan secara komprehensif. Pendekatan yang digunakan tidak hanya hukum, tetapi juga mencakup dakwah, edukasi, dan rehabilitasi moral.
“Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat harus bersinergi membangun gerakan moral yang melindungi generasi muda dari penyimpangan. Penegakan hukum penting, tetapi pembinaan akhlak dan ketahanan keluarga jauh lebih mendasar,” imbuhnya.
Sebelumnya, Polrestabes Surabaya menggerebek pesta yang diduga merupakan pesta gay di Surabaya. Dalam penggerebekan pada Minggu (19/10/2024) dini hari itu, 34 orang diamankan dan dibawa ke Mapolrestabes Surabaya untuk menjalani pemeriksaan. Pengungkapan kasus ini berawal dari informasi yang diterima satuan Samapta Polrestabes Surabaya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




