ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Erupsi Semeru, Khofifah Perintahkan Percepatan Pemulihan di Lumajang

Jumat, 21 November 2025 | 07:38 WIB
AK
SL
Penulis: Ahmad Rifqi Danwanus Khalwani | Editor: LES
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendatangi lokasi pengungsian dan kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mendatangi lokasi pengungsian dan kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. (Beritasatu.com/Rifqi Danwanus)

Lumajang, Beritasatu.com — Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan pasca-erupsi Gunung Semeru. Saat meninjau wilayah terdampak di Kabupaten Lumajang, ia memastikan seluruh fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang rusak akan segera dibangun kembali melalui sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.

Kunjungan Khofifah dimulai dari lokasi pengungsian dan kawasan terdampak di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Setelah berdialog dengan warga pengungsi, ia melanjutkan peninjauan ke area aliran lahar di Besuk Kobokan dari Jembatan Piket Nol, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.

Khofifah menegaskan pemulihan pascabencana harus dilakukan secara cepat agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal. Ia menyoroti sejumlah fasum dan fasos yang mengalami kerusakan berat akibat erupsi, termasuk musala dan sekolah dasar.

ADVERTISEMENT

“Semua fasilitas umum dan sosial yang rusak akan lakukn perbaikan segera mungkin. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Pemkab Lumajang agar proses pemulihan berjalan cepat dan tepat,” ujar Khofifah, Kamis (20/11/2025).

Ia juga mengapresiasi kesiapsiagaan petugas dan warga yang dinilai berperan penting dalam meminimalkan korban jiwa selama erupsi Semeru kali ini. “Secara keseluruhan masyarakat telah mengetahui siklus vulkanologi Gunung Semeru, sehingga ketika ada awan panas mereka bisa melakukan deteksi dini,” katanya.

Pada sisi lain, Khofifah kembali mengingatkan status Gunung Semeru kini berada pada level IV (awas). Dengan kondisi tersebut, ia meminta masyarakat mematuhi seluruh rekomendasi PVMBG, termasuk larangan beraktivitas dalam radius 8 kilometer dari puncak dan 20 kilometer di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan.

Pemprov Jawa Timur juga terus memastikan ketersediaan logistik bagi para pengungsi serta memperkuat langkah mitigasi mengingat kondisi vulkanik Semeru masih fluktuatif.

Sementara itu, BPBD Lumajang melaporkan bahwa erupsi awan panas mengakibatkan tiga korban jiwa, 21 rumah rusak, satu sekolah rusak, serta 1.116 warga mengungsi di sembilan lokasi pengungsian.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon