ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Trauma Healing di Posko Semeru Bantu Anak Pengungsi Kembali Tersenyum

Jumat, 21 November 2025 | 09:38 WIB
AK
SL
Penulis: Ahmad Rifqi Danwanus Khalwani | Editor: LES
Pendampingan trauma healing membantu anak-anak pengungsi Semeru memulihkan kondisi psikologis mereka.
Pendampingan trauma healing membantu anak-anak pengungsi Semeru memulihkan kondisi psikologis mereka. (Beritasatu.com/Rifqi Danwanus)

Lumajang, Beritasatu.com –  Sejumlah pengungsi, terutama anak-anak, di posko pengungsian erupsi Gunung Semeru mulai mendapatkan pendampingan trauma healing. Relawan dari Universitas Brawijaya bersama Polwan Polres Lumajang menggelar kegiatan bernyanyi dan bermain bersama di halaman SDN Supiturang 4, tempat lebih dari 100 pengungsi menempati ruang kelas sebagai hunian sementara.

Anak-anak yang sebelumnya tampak murung dan traumatis kini mulai menunjukkan perubahan positif. Sedikitnya 20 anak terlihat kembali ceria setelah mengikuti terapi bermain dan bernyanyi bersama. Salah satu anak, Azel, mengaku senang karena bisa bermain lagi bersama teman-temannya.

“Saya senang bisa bernyanyi dan bermain bareng temannya lagi, senang juga jajanan snack,” katanya dengan wajah sumringah.

ADVERTISEMENT

Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar menegaskan bahwa pihaknya memberikan “treatment” psikologis khusus bagi anak-anak agar mereka dapat pulih dari trauma pascaerupsi. Kondisi sejumlah keluarga di pengungsian memang cukup memprihatinkan mengingat beberapa di antara mereka kehilangan rumah akibat tersapu awan panas.

“Kami melakukan trauma healing kepada pengungsi anak-anak agar mereka tidak terus-terusan dihantui ketakutan pasca-erupsi,” ujar Alex.

Ia menekankan bahwa dukungan psikososial menjadi kebutuhan mendesak di berbagai posko pengungsian, terutama bagi anak-anak yang rentan mengalami stres setelah bencana.

Kegiatan trauma healing ini diharapkan menjadi bagian dari proses pemulihan jangka panjang, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga mental. Dengan kondisi psikologis yang lebih stabil, anak-anak diharapkan dapat menjalani masa pemulihan dengan lebih kuat dan optimis.

Berdasarkan data BPBD Lumajang, jumlah pengungsi pasca erupsi mencapai 1.116 orang yang tersebar di sembilan titik pengungsian. Namun hingga Jumat (21/11/2025) ini, sebagian pengungsi di posko Kecamatan Candipuro dan Balai Desa Penanggal mulai kembali ke rumah masing-masing. Beberapa warga juga sudah memulai aktivitas normal, termasuk membersihkan sisa material erupsi.

Dengan berbagai langkah pemulihan yang dilakukan pemerintah, relawan, dan aparat keamanan, proses rehabilitasi bagi para penyintas erupsi Semeru diharapkan dapat berjalan semakin cepat. Pendampingan psikologis bagi anak-anak menjadi langkah penting agar mereka kembali merasa aman dan mampu bangkit dari tekanan mental yang dialami.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon