TNI Perkuat Penanganan Dampak Erupsi Semeru di Lumajang
Minggu, 23 November 2025 | 13:54 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – TNI memastikan langkah penanganan darurat pascaerupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilakukan secara cepat, terkoordinasi, dan melibatkan seluruh unsur pemerintah daerah hingga relawan.
Jajaran TNI AD dari Korem 083/Baladhika Jaya dan Kodam V/Brawijaya telah turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan seluruh proses evakuasi dan penyaluran bantuan berjalan aman dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“TNI akan selalu hadir untuk rakyat, terlebih di situasi darurat seperti ini. Begitu erupsi terjadi, kami langsung bergerak membantu evakuasi, mengamankan jalur, dan memastikan bantuan sampai ke warga,” ujar Danrem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Kohir, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (23/11/2025) dikutip dari Antara.
Peninjauan awal dilakukan di SD Negeri 04 Supiturang, salah satu titik pengungsian utama. Di lokasi itu, prajurit TNI bersama unsur pemerintah memastikan ketersediaan pelayanan kesehatan, logistik harian, perlindungan bagi kelompok rentan, serta kesiapan fasilitas pengungsian lainnya. Personel juga ditempatkan untuk membantu pengamanan wilayah, mengatur pergerakan warga, dan memastikan jalur evakuasi tetap dapat dilalui.
Sebagai dukungan kemanusiaan, disalurkan 19 jenis bantuan, mulai dari selimut, kebutuhan balita, pakaian anak, perlengkapan mandi, hingga sembako dan kebutuhan dasar lainnya.
Rombongan kemudian meninjau Dusun Sumbersari di Desa Supiturang, salah satu wilayah yang paling terdampak sebaran material vulkanik. Kondisi permukiman warga, tumpukan material erupsi, jalur evakuasi, serta infrastruktur dasar menjadi bagian dari asesmen yang dilakukan guna memperkuat penanganan lanjutan.
TNI menegaskan penanganan bencana harus dilakukan cepat, terukur, dan mengutamakan keselamatan warga. Stabilitas wilayah, kelancaran distribusi bantuan, serta kesiapsiagaan prajurit menjadi prioritas, mengingat aktivitas Gunung Semeru masih berada pada level kewaspadaan tinggi.
TNI juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi. Sinergi dengan BPBD, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat dinilai sebagai kunci mempercepat pemulihan sekaligus memastikan seluruh proses penanganan berlangsung manusiawi dan aman.
Harapannya, melalui kerja sama erat di lapangan, seluruh upaya mitigasi dan pemulihan akibat erupsi Semeru dapat terlaksana secara optimal dan memberikan perlindungan terbaik bagi warga Lumajang.
Badan Geologi Kementerian ESDM sebelumnya melaporkan bahwa Gunung Semeru meletus pada Rabu (19/11/2025) pukul 16.00 WIB, memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 2.000 meter. Awan panas guguran tercatat meluncur sejauh tujuh kilometer ke arah utara dan barat laut, disertai abu berintensitas tebal. Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimal 40 milimeter dan berlangsung sekitar 16 menit 40 detik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




